Muncul 193 Kasus DBD, Dinkes Kota Jambi Imbau Warga Waspada

Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 193 kasus Demam Berdarah dengue (DBD) pada 2022.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/Monang Widyoko
Ida Yuliati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 193 kasus Demam Berdarah dengue (DBD) pada 2022. Dari 193 kasus tiga orang meninggal dunia akibat DBD.

Ida Yuliati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi mengatakan kasus DBD terbanyak ditemukan di daerah Jambi Selatan dan di daerah Paal merah.

Ida mengatakan saat ini belum terlihat apakah kasus DBD di Kota Jambi meningkat atau tidak jika dibandingkan tahun lalu karena cuaca yang tidak menentu.

"Saat ini baru bulan Juni cuaca tidak menentu tahun ini, biasanya ada kenaikan (kasus) kelihatan dari bulan Desember sampai Februari, ini dari Januari sampai bulan Juni ini sudah meningkat, artinya kalau kita melihat nanti sekitar Desember ada kemungkinan lebih meningkat dari tahun sebelumnya," jelasnya, Rabu (29/6/2022).

Karena itu Ida meminta pada masyarakat untuk waspada dan selalu terapkan hidup bersih dan sehat.

"Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat waspada dan tetaplah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dengan menghindari penyebab DBD satu di antaranya membuang genangan air di sekitar rumah, bersihkan lingkungan sekitar,"   himbaunya.

Jika anak dan anggota keluarga demam lebih dari tiga hari maka cepat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dicek trombositnya.

"Sebetulnya DBD itu sudah kelihatan tanda-tandanya jadi teman-teman sejawat juga bisa mengetahui tanda-tanda DBD, tetapi tetap kita pemeriksaan penunjang untuk memastikan," katanya.

Dinas Kesehatan Kota Jambi telah melakukan langkah pencegahan dengan menyediakan Abate atau obat anti jentik nyamuk melalui Puskesmas dan penyuluhan.

Puskesmas pun juga turun bersama-sama melalui kader membagikan obat anti jentik nyamuk dan penyemprotan fokus di daerah yang angka DBDnya tinggi.

"Ada 130 titik fokus daerah yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Jambi. Seperti sekolah-sekolah yang kemungkinan adanya terjangkit DBD, lalu daerah-daerah yang padat kami semprot, penyemprotan dan pembagian Abate semua gratis semuanya gratis dari Dinas Kesehatan," pungkasnya.

Baca juga: Waspada DBD, Dinkes Batanghari Minta Warga Lakukan Hal Ini

Baca juga: Tren Kasus DBD di Batanghari Meningkat, Tercatat 5 Kasus Aktif Dalam Perawatan

Baca juga: Bangunan SDN 160  Kota Jambi, Telantar Setelah Penggabungan Sekolah Dasar

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News


 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved