Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Editorial

Menyoal Merger SD, SD Negeri Jangan Kalah Saing

Penggabungan sekolah dasar atau merger SD di Kota Jambi sesunguhnya adalah salah satu solusi dari sekian banyak masalah di sekolah negeri.

Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Bangunan SD 160 Kota Jambi yang telantar karena penggabungan sekolah dasar atau merger SD. 

Penggabungan sekolah dasar atau merger SD di Kota Jambi sesunguhnya adalah salah satu solusi dari sekian banyak masalah di sekolah negeri.

Di tengah menjamurnya sekolah swasta, mulai dari yang umum hingga berbasis agama hingga yang berjejaring, sekolah dasar negeri kian terdesak. Jumlah murid sedikit sehingga perlu digabung dengan  sekolah terdekat. penggabungan sekolah dasar atau merger SD pun jadi pilihan

Kita tidak mengatakan SD negeri tidak berkualitas. Tapi bisa jadi kalah saing. Mulai dari fasilitas sekolah, kecakapan guru-guru.

Belum lagi bila kita melihat pertumbuhan kelas menengah perkotaan yang menginginkan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Pendek kata, dunia pendidikan telah berubah. 

SDN 160 Kota Jambi yang digabung dengan SDN 203
Kondisi SDN 160 Kota Jambi yang digabung dengan SDN 203. Pemkot Jambi sejak lama melakukan penggabungan sekolah dasar atau merger SD

Maka tidak ada kata lain selain berbenah.

Bukan hanya semata fasilitas dan bangunan, tapi lebih dari itu adalah kualitas guru. Perlu perubahan radikal pada sekolah dasar kita.

Apa yang dilakukan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha dengan menyediakan guru tahfiz di sekolah dasar sesungguhnya langkah yang baik.

Setidaknya menjadi penyeimbang ketika bermunculan sekolah swasta Islam terpadu. Tapi, tentu banyak hal yang perlu dibenahi.

Ibarat pertempuran, kita perlu mendeteksi apa keunggulan musuh.

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Jambi Sebut Sudah Mediasi Terkait SDN 135 yang Dipagar Keliling

Baca juga: Kekurangan Siswa, 24 Sekolah Dasar di Muarojambi Terancam Merger

Atau dengan bahasa yang lebih halus, apa yang membuat konsumen jatuh hati pada kompetitor,

Bila penggabungan sekolah dasar menjadi pilihan, pemkot pun tak boleh lupa dengan aset bangunan.

Kita mafhum bahwa bangunan sekolah dasar banyak yang sudah tua.

Maka apa jadinya bangunan sekolah yang digabung/merger SD dengan sekolah lain. Jangan sampai aset itu terbengkalai dan rusak sia-sia.

Mumpung belum terlambat, masih ada waktu untuk berbenah. Tak terkecuali memanfaatkan bangunan sekolah yang ditinggalkan. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved