Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Penebus yang Hidup

Bacaan ayat: Ayub 19:25 (TB) Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Oleh Pdt Feri Nugroho

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Penebus yang Hidup

Bacaan ayat: Ayub 19:25 (TB) Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Ide tebusan sebenarnya bertebaran di sekitar kita. Mereka yang terhubung dengan penggadaian, tahu persis makna dari tebusan. Seorang yang memerlukan sejumlah uang akan datang ke penggadaian dengan membawa barang.

Barang tersebut ditaksir harganya, ditinggal di penggadaian dan ia akan pulang dengan sejumlah uang. Barang hanya akan kembali ketika pemilik membawa uang tebusan, sejumlah uang yang disepakati untuk dibayarkan dan barang akan kembali menjadi miliknya.

Pahamkah kita, bahwa dosa telah membuat kehidupan kita tergadai? Yang tergadai adalah hidup itu sendiri. Artinya, sebenarnya dosa telah membuat kehidupan itu berubah menjadi mati. Ini ditandai dengan terusirnya manusia dari Eden sebagai tanda bahwa manusia telah terpisah dari Allah yang hidup dan satu-satunya Sumber kehidupan.

Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, hidupnya tergadai dan berada pada kondisi tidak selamat.

Jika Allah masih mengijinkan manusia untuk hidup, dimana Adam dan Hawa masih hidup dan berumur panjang, karena Allah merancang untuk menyelamatkan melalui karya penebusan.

Ayub dalam pergumulannya tentang penderitaan, menginspirasi kita dengan pernyataan bahwa "Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu."

Pertanyaan besarnya adalah, siapa yang bisa menebus dan tetap hidup? Bukankah untuk menebus itu harus mati? Karena yang ditebus itu telah mati.

Manusia mati karena dosa dan yang mau menebus harus mati untuk menyelesaikannya. Bayang-bayang penebusan telah ada dalam catatan Alkitab.

Daun pohon ara tidak bisa menutupi ketelanjangan manusia; dan digantikan dengan kulit binatang oleh Allah. Korban bakaran sebagai tanda pendamaian dengan Allah mengindikasikan bayangan tebusan semakin kuat.

Ritual penyembelihan domba darahnya yang dipercikkan, semakin meyakinkan bahwa ide tebusan menjadi fokus utama dalam karya penyelamatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved