Koalisi Gerindra dan PKB Dinilai Rapuh Tapi Saling Melengkapi, Di Jambi Ini Kata Pengamat

Langkah politik koalisi Gerindra dan PKB di tingkat pusat untuk berkoalisi dinilai tak serta merta solid.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Deddy Rachmawan
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto usai resmi menjalin kerja sama, Sabtu (18/6/2022). 

Namun dikatakan Hatta juga memberikan catatan menarik. Pertama, Gerindra sangat memahami bahwa PKB dan figur Cak Imin memiliki kekuatan terutama di wilayah Jawa Timur. Dan Jawa Timur, kata dia, merupakan wilayah dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang besar dan kantung kekuatan nahdliyin.

Kedua, PKB menganggap koalisi dengan Gerindra juga penting, berkaitan dengan efek ekor jas. Sebab, menutu Hatta,  tingginya figur capres potensial yang memiliki elektabilitas tinggi yaitu Prabowo Subianto, maka dapat dijadikan senjata elektoral PKB.

“Ketiga, koalisi Gerindra  PKB sebenarnya juga bagian dari strategi koalisi bukan saja dapat mengacaukan frekuensi koalisi di antara parpol lainnya sehingga lebih jauh diharapkan dapat menggaet parpol lain yang secara mesin elektoral tidak cukup baik dan tidak memiliki daya magis untuk menempatkan kira capres yang dapat mereka usung,” paparnya.

Menurut Hatta koalisi ini didesain untuk merampingkan kandidat capres-cawapres juga serta menyingkirkan capres potensial lainnya. (cda)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved