Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Allah Mengasihi dan Adil
Bacaan ayat: Yesaya 65:8 (TB) Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu,
Allah Mengasihi dan Adil
Bacaan ayat: Yesaya 65:8 (TB) Beginilah firman TUHAN: "Seperti kata orang jika pada tandan buah anggur masih terdapat airnya: Janganlah musnahkan itu, sebab di dalamnya masih ada berkat! demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku, yakni Aku tidak akan memusnahkan sekaliannya.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Jika sebuah barang menjadi rusak, mudah bagi seseorang untuk menggantinya dengan yang baru.
Beberapa orang berfikir bahwa memperbaiki hanya menjadi tindakan yang sia-sia dan sekedar menunda kerusakan yang lebih parah. Untuk beberapa jenis barang, mungkin benar demikian.
Namun untuk barang yang lain, tindakan mengganti dengan yang baru dilihat sebagai tindakan pemborosan. Mengapa harus membuang seluruh bagian, jika hanya bagian tertentu yang rusak?
Bukankah cukup dengan mengganti bagian yang rusak?
Bagaimana dengan kehidupan manusia yang rusak karena dosa? Bukankah kematian menjadi puncak hukuman, sehingga tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari manusia yang sudah dikuasai oleh dosa?
Yesaya melayani ditengah bangsa yang telah merosot moralnya karena dosa. Para raja yang berkuasa berlaku jahat dihadapan Tuhan, dan berimbas pada kehidupan umat yang tidak lagi setia kepada Tuhan. Mereka tidak lagi mencari Tuhan. Mereka lebih banyak menyakiti hati Tuhan dengan perilakunya yang jahat.
Mereka pergi pada sesembahan lain sehingga tidak setia kepada Tuhan? Merespon kondisi demikian, Tuhan melakukan tindakan penghukuman.
Tindakan penghukuman menjadi bukti kuat bahwa Allah itu adil. Dia tidak akan membebaskan orang bersalah dari hukuman.
Apakah berhenti sampai disitu? Jika Allah hanya menghukum, maka dipastikan tidak akan ada lagi kehidupan.
Dalam kasih-Nya, Ia berkenan untuk kembali ditemukan. Allah tetap mengulurkan tangan dan memilih untuk mengasihi.
Bukankah ini tindakan yang patut memberikan pengharapan kepada kita? Dalam kacamata Perjanjian Baru, pada akhirnya kita bisa memahami bahwa kasih dan keadilan Allah terlihat ketika Yesus mati di kayu salib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)