Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Kritis dalam Kehidupan Beriman
Bacaan ayat: Lukas 4:20-21 (TB) Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibad
Kritis dalam Kehidupan Beriman
Bacaan ayat: Lukas 4:20-21 (TB) Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Oleh Pdt feri Nugroho
Peristiwa sejarah adalah raja atas kebenaran. Apa maksudnya? Hari ini kita tahu bahwa presiden pertama Negara Republik Indonesia adalah Ir. Soekarno. Meskipun beliau telah tiada namun catatan sejarah tentang beliau masih ada untuk dipelajari.
Dari catatan sejarah itulah kita bisa tahu kebenarannya. Apalagi kita yang hidup hari ini hanya berjarak puluhan tahun dari masa hidup beliau.
Ini menjadi kebenaran yang tidak bisa disangkal. Jika berabad-abad di masa depan ada buku yang menyatakan bahwa Ir Soekarno adalah presiden kedua, maka dipastikan buku tersebut salah mutlak dalam hal kebenaran.
Seapik apapun buku tersebut dikemas, pasti tidak akan diterima sebagai rujukan kebenaran.
Dalam prespektif inilah maka hanya 4 Injil yang diterima sebagai bukti catatan yang autentik tentang Yesus Kristus.
Sementara Injil lain, selain keempat Injil tersebut tidak akan diterima sebagai kebenaran. Hal ini juga yang pernah dinasihatkan Paulus kepada jemaat di Korintus.
Hari itu Yesus datang ke rumah ibadat untuk membaca kitab. Disodorkan kepada-Nya Kitab Yesaya, yang menyatakan tentang hadirnya seorang yang penuh dengan Roh Allah yang akan membawa kelepasan.
Terhadap nas tersebut, Yesus hanya memberikan komentar singkat, "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Sebuah komentar yang mengundang pergunjingan dan pertanyaan besar bagi para pendengar-Nya. Jika nas itu benar, bukankah Ia harus menjadi pembebas, yang membawa kelepasan kepada banyak orang?
Faktanya memang tidak gampang untuk percaya bahwa Ia adalah Pembebas yang dimaksudkan oleh nas tersebut. Perlu bukti yang autentik. Mereka yang skeptis, perlu diyakinkan dengan fakta-fakta yang mendukung klaim tersebut.
Para agamawan menjadi pihak yang paling kritis terhadap sepak terjang-Nya. Berulang kali terjadi debat dan konfrontasi, namun akhirnya Yesus membuat mereka bungkam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/23052021-renungan1.jpg)