Username M Lutfi Disentil Warganet Pasca Lengser dari Kursi Menteri Perdagangan

Username Muhammad Lutfi, mantan Menteri Perdagangan disentil warganet pasca pelantikan Mendag yang baru, Zulkifli Hasan.

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @mendaglutfi
Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat berbincang dengan Mendag baru Zulkifli Hasan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Username Muhammad Lutfi, mantan Menteri Perdagangan disentil warganet pasca pelantikan Mendag yang baru, Zulkifli Hasan.

Pasalnya, meski tak menjabat lagi sebagai Mendag, Muhammad Lutfi belum mengganti username Instagramnya.

Pergantian serah terima jabatan (sertijab) pun diposting dalam akun Instagram resmi Muhammad Lutfi (@mendaglutfi).

"Selamat datang di @kemendag, Bang @zul.hasan! Insha Allah amanah dan istiqomah dalam menjalankan tugasnya. Salam, Muhammad Lutfi," ucap tulis Muhammad Lutfi, dikutip Kamis (16/6/2022).

Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat berbincang dengan Mendag baru Zulkifli Hasan.
Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat berbincang dengan Mendag baru Zulkifli Hasan. (Instagram @mendaglutfi)

Warganet malah salfok dengan username atau nama yang digunakan Lutfi di IG-nya. Lantaran masih menggunakan status mendag.

"Pak, nama IG-nya belum diganti? Jadi exmendag," tanya akun @jalakharupat12 di kolom komentar IG Lutfi.

Ada juga yang berkomentar menggelitik, mengenai minyak goreng yang selalu dikaitkan dengan kinerja mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini.

"Kalau ingat minyak goreng, ingat Pak Lutfi," canda akun @gg_sps8.

Baca juga: Sudah Sepekan Harga Cabai di Muaro Jambi Melambung, Hari Ini Rp 100 Ribu Per Kilogram

Baca juga: DPRD Provinsi Jambi Dorong Gubernur Fokus Pengerukan Sungai Batanghari untuk Jalur Batu Bara

Diketahui, saat menjabat Mendag, Muhammad Lutfi masih punya setidaknya 3 catatatn merah.

Pertama Muhammad Lutfi dinilai tidak mampu mengendalikan harga minyak goreng yang sejak tahun 2021 harganya terus meroket.

Kedua, lemashnya pengawasan internal, menyusul tertangkapnya Dirjen Perdagangan Luar Negeri terkait izin ekspor CPO yang membuat integritas Kementerian Perdagangan dipertanyakan.

Yang ketiga, kinerja neraca perdagangan yang dinilai kurang.

Sejatinya kinerja neraca perdagangan mencatat surplus hanya saja masih didominasi oleh faktor eksternal yakni "boom" harga komoditas dan bukan kinerja ekspor manufaktur yang bernilai tambah.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kios Sembako Terbakar, Ibu dan Balita Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kamar Mandi

Baca juga: Hari Pertama jadi Menteri, Zulkifli Hasan Dengarkan Jeritan Pedagang Soal Kenaikan Harga Sembako

Baca juga: Pertempuran Mengerikan di Ukraina, Presiden Zelensky Ungkap Sengitnya Serangan Rusia

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved