Berita Batanghari

Fadhil Arief Targetkan 2024 Seluruh Tanah Warga Batanghari Bersertifikat

Sertifikat yang dibagikan ini merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga Desa Bungku

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musa wira
Bupati Batanghari M Fadhil Arief membagikan secara simbolis sertifikat tanah kepada warga Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi di Dusun Johor melalui program PTSL.  

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief membagikan secara simbolis sebanyak 603 sertifikat tanah di Dusun Johor RT 07 Desa Bungku pada Kamis (9/6/2022).

Sertifikat yang dibagikan ini merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada warga Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

“Target kita, pada 2024 mendatang semua warga Batanghari tanahnya sudah sertifikat sesuai visi misi Batanghari Tangguh. Karena ini perlu pengakuan negara atas kuasa atau penguasaan kita terhadap bidang tanah yang kita manfaatkan untuk penghidupan kita,” katanya.

Fadhil telah menyepakati bersama Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Batanghari 2022 ini akan menerbitkan 11.000 sertifikat tanah sebagai bentuk percepatan.

“Masih banyak yang harus kita kejar dalam melakukan percepatan. Saya minta para camat dan kepala desa untuk melakukan akselerasi tentang pendaftaran bidang tanah karena minat masyarakat tentang sertifikat ini tinggi. Tapi perlu dijembatani dengan baik,” ucap bupati.

Apa yang selama ini ada dibenak masyarakat tentang membuat sertifikat itu mahal, kini bisa ditepis melalui program PTSL. 

Mantan Sekda Muaro Jambi ini berujar peran camat dan kades sangat diharapkan untuk membantu masyarakat jika ada kesulitan dalam pengurusan tanah ini. 

“Para kades ini setiap hari bisa bertemu masyarakat. Bila ada kegiatan di masjid, yasinan dan gotong royong terus dilakukan sosialisasi sehingga opini yang selama ini ada di tengah masyarakat bisa kita singkirkan,” ujarnya.

Plh Kepala BPN Kabupaten Batanghari, Suroso menjelaskan suatu bidang tanah mempunyai risiko sangketa dan konflik.

Untuk itu perlu dilakukan pengelolaan dan memberikan kepastian untuk status kepemilikan tanahnya melalui kegiatan PTSL.

“Dapat saya laporkan kepada Pak Bupati bahwa pada 2021 ini Kantor BPN Kabupaten Batanghari sudah menyelesaikan sertifikat sebanyak 7.140 bidang dan khusus di Desa Bungku sebanyak 603 sertifikat,” ujar Suroso.

Kemudian pada 2022 ini pihaknya akan memprogramkan kegiatan PTSL lanjutan di Desa Bungku sehingga diharapkan seluruh tanah yang ada di Desa Bungku, baik diluar kawasan hutan maupun di dalam HGU dapat tersertifikatkan semua.

“Tentu ini berkat dukungan Bupati dan sinergisitas kami dengan kepala OPD terkait, para camat dan para kepala desa. Penyerahan sertifikat kali ini diharapkan warga Desa Bungku dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin dan konflik pertanahan yang selama ini terjadi di Desa Bungku bisa kita selesaikan secara tuntas," katanya.

Kepala Desa Bungku Kecamatan Bajubang, Ardani mengatakan dalam melakukan percepatan pihak desa menggerakan setiap RT yang ada untuk menyosialisasikan kepada warganya agar mendaftarkan tanahnya.

Kades menyebut dalam kegiatan keagamaan juga dimanfaatkan untuk menyuarakan kepada warga baik tanah di dalam kawasan atau di luar kawasan harus memiliki sertifikat tanah.

“Saat ini, ada sekira 12 ribu warga Desa Bungku dengan luas wilayah begitu luas masih 70 persen warga bungku yang belum memiliki sertifikat tanah dan rata-rata tanahnya adalah perkebunan sawit,” pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ini Langkah Yang Dilakukan Fadhil Arief Untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan di Batanghari

Baca juga: Bupati Fadhil Arief Sepakat Dalam Tiga Bulan Dinas Press Release Bersama Jurnalis

Baca juga: Program Bibit Manggis di Batanghari, Fadhil Arief Sebut Warga Bisa Tanam di Depan Rumah

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved