Mudahnya Berjualan Online Membuat Syaid Muhammad Ogah Membuka Outlet Kuliner
Sempat membuka outlet Makana di Sungai Kambang, Syaid Muhammad terpaksa menutup tempat makannya kerena Pandemj Covid 19, 2020 silam.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat membuka outlet Makana di Sungai Kambang, Syaid Muhammad terpaksa menutup tempat makannya kerena Pandemj Covid 19, 2020 silam.
Namun tutupnya tempat makan milik pria yang masih ada garis keturunan dari nabi Muhammad ini tidak membuat dia berhenti berbisnis kuliner.
Bisnisnya dialihkan kerumah dengan sistem penjualan online.
Ternyata bisnis kuliner online ini membawa berkah tersendiri bagi dia, minimnya biaya operasional menjadi keuntungan lebih.
Syaid Muhammad mengatakan saat mengalihkan bisnisnya ke online dia tidak memerlukan promo khusus.
"Saya hanya mengandalkan pesanan dari pelanggan saya dulu," ujarnya.
Memiliki data best dan memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan saat masih membuka warung membuatnya tidak perlu mengeluarkan usaha yang besar untuk promosi.
Konsumen yang sudah tau kualitas masakan dia tinggal menghubungi via WhatsApp di nomor 0819-1551-4705.
Kini setelah pandemi mulai redah penjualan kuliner online Mamad mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Selian memiliki databest dan hubungan yang baik dengan konsumen, dapur Mimad milik Syaid juga menghadirkan menu spesial yang ada di pasaran.
Warung Mimad sendiri menghadirkan berbagai menu khas Jambi seperti ikan kerutup.
Selian itu konsumenya bisa memesan berbagai menu khas Jambi lainya.
Hadir dengan konsep online ini memungkinkan Syaid menghadirkan banyak menu tanpa harus kawatir tidak laku.
Konsep online yang dia hadirkan memang memaksa konsumenya harus memesan terlebih dahulu sebelum membeli darinya.
Update berita Tribun Jambi di Google News
Baca juga: Di Warung Mimad Bisa Pesan Berbagai Menu Khas Jambi
Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jambi Turun ke Pasar Angso Duo, Masyarakat Keluhkan Harga Cabai Mahal
Baca juga: Soal Pemprov dan Pemkot akan Saling Tukar Aset, Ini Kata Kepala BPKAD