Berita Kerinci

Di Kerinci Juga Ada Aktivitas PETI, Lokasinya Masuk Kawasan TNKS 

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) ternyata juga ditemukan di wilayah Kabupaten Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Sebuah ekskavator tengah menggarap lahan untuk PETI. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) ternyata juga ditemukan di wilayah Kabupaten Kerinci. Masyarakat berharap agar aktivitas ilegal tersebut bisa dihentikan. 

Informasi yang didapatkan, aktivitas PETI tersebut dijumpai dikawasan hutan lindung atau sudah masuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di daerah Penetai Lama, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. Akibat aktivitas PETI itu, kawasan hutan menjadi rusak dan aliran Sungai menjadi keruh.

Camat Barang Merangin, Heri Cipta dikonfirmasi membenarkan adanya aktivitas PETI di kawasan Muara Emat. Ia mengetahui adanya penambangan emas ilegal tersebut dari laporan masyarakat. 

"Sayo jugo dapat laporan dari masyarakat, kabarnyo Iyo, kebenaran dilapangan belum di chek," katanya. 

Camat Batang Merangin menyebutkan bahwa dirinya mendapat laporan dari masyarakat sudah lama. "Lokasi tempat dululah berararti tempat lamo," sebutnya. 

Kapolsek Batang Merangin, Iptu Julisman dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat informasi adanya penambangan emas ilegal atau PETI yang telah masuk wilayah TNKS di Muara Emat. "Infonya ya, tapi kita belum cek kesana," ujarnya. 

Julisman mengatakan, untuk mengecek ke lokasi, ia akan berkoordinasi dengan tim terlebih dahulu. "Tunggu kita tanya tim dulu," tutupnya. 

Kepala Seksi Pengawasan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Wilayah I, Nurhamidi dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan mengecek kelapangan terkait informasi tersebut. "Kalau saat ini saya belum dapat memastikannya," katanya singkat. 

Sementara itu warga Kerinci sangat mengutuk aktivitas tersebut, seperti yang disampaikan Agus. Ia menyebutkan, jika aktivitas PETI terus dibiarkan maka kawasan hutan akan semakin rusak. Untuk itu, ia meminta Polres Kerinci maupun Polda Jambi untuk segera bertindak agar aktivitas PETI di kawasan hutan Kabupaten Kerinci segera dihentikan.

“Selama ini masyarakat Kerinci tidak pernah melakukan aktivitas PETI karena mereka tahu ini dampaknya akan merusak lingkungan dan hutan Kerinci. Kita minta aparat hukum untuk menghentikan aktivitas ini,” kata Agus. 

Ia menyebutkan sebelumnya sungai di Batang Merangin dulunya air bersih, tapi setelah adanya aktivitas PETI sungai menjadi keruh. "Kita minta pemerintah daerah menanggapi laporan masyarakat," tutupnya.(*)

Baca juga: Persembunyian Zulfahmi Telah Diketahui Polisi, PNS Merangin Jadi Buronan Kasus PETI

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Kantor Gubernur Jambi Terkait Minyak Goreng dan PETI

Baca juga: Antisipasi Penyakit PMK, Disbunnak Kerinci Cek Kesehatan Ternak

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved