Berita Jambi
Bentuk Antisipasi, RSUD Raden Mattaher Jambi Mulai Siapkan Ruang Isolasi Hepatitis Akut
RSUD Raden Mattaher Jambi mulai melakukan persiapan guna menghadapi adanya kasus penyakit hepatitis akut misterius.
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - RSUD Raden Mattaher Jambi mulai melakukan persiapan guna menghadapi adanya kasus penyakit hepatitis akut misterius.
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jambi ini pun mulai melakukan persiapan dengan menyiapkan tiga ruangan isolasi khusus untuk penyakit ini.
Plt Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi Irawan mengatakan, jika anak yang menderita hepatitis akut langsung diisolasi dan di tempat ruang khusus.
"Kita punya ruang isolasi khusus hepatitis akut, ini khusus untuk anak yang terpapar saja," ungkap Irawan, Kamis (19/5/2022).
Dirinya yang juga merupakan dokter anak mengatakan, akan mengikuti protokol tetap sesuai dengan aturan. Sehingga hepatitis ini tak menular ke masyarakat atau anak yang lain.
"Ada dua puluh tempat tidur khusus pasien yang terpapar hepatitis, jadi kita tak khawatir soal itu," tambahnya.
Namun, dia mengatakan sejauh ini tak ada kasus hepatitis akut di rumah sakit Raden Mattaher. Namun dia tetap berharap tak ada yang terpapar.
"Karena yang heboh saat ini hepatitis akut ini, kita berharap jangan sampai ada yang terpapar, " sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman meminta kabupaten kota di Provinsi Jambi untuk meningkatkan kewaspadaan pada wabah Hepatitis Akut. Pasalnya saat ini sudah mulai menyebar di Indonesia.
Kata Sudirman, daerah kabupaten kota di Provinsi Jambi mengetatkan dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui ciri-ciri dan dampak dari hepatitis akut tersebut.
“Masyarakat tetap waspada tapi janga khawatir dengan hepatitis akut ini,” kata Sekda.
Ia mengungkapkan, masyarakat tak perlu panik dengan serangan hepatitis ini, jika ada dampak atau gejala yang menyerang anak-anak, harus segera di bawa ke puskesmas terdekat agar dapat penanganan yang lebih baik dan tak ada dampak yang tak membahayakan pada anak.
“Jadi yang kita sosialisasikan itu dampak dan gejala saat terpapar hepatitis akut itu seperti apa, kemudian penanganannya seperti apa, kabupaten kota dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Jambi harus berjalan maksimal,” jelasnya.
Menurut Sudirman, tak hanya mengenal gejala hepatitis tersebut, akan tetapi juga bagaimana langkah masyarakat mengatasi bagaimana saat anaknya terkena hepatitis.
“Yang terpenting jangan panik dengan wabah ini, tetap jaga kesehatan dan menjaga protokol kesehatan juga,” tambahnya.