Disbunak Batanghari Belum Temukan Ternak Warga Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak tengah merebak di beberapa wilayah hingga membuat masyarakat Batanghari khawatir.
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak tengah merebak di beberapa wilayah hingga membuat masyarakat Batanghari khawatir.
Sehingga, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Batanghari pada Selasa (17/5/2022) kemarin melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi, baik di pasar dan pengumpul hewan ternak.
"Pertama, pengumpul di Kelurahan Sridadi dan di Simpang Aro ada 30 populasi, kambing ada 40 dan di Pal 3 ada sekira 60 populasi. Setelah kita cek belum ada hewan ternak yang terinfeksi penyakit PMK," katanya Tuanku Hafiq, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunak Batanghari pada Rabu (18/5/2022).
Ia menjelaskan PMK ini menyasar terhadap hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, kerbau dan sejenisnya.
Gejala klinisnya demam tinggi mencapai 41 derajat celcius, lepuh atau erosi disekitar mulut, lidah, pembengkakan kalenjar di rahang mulut, penurunan nafsu makan, pincang, kuku bisa lepas, abortus dan kematian pada hewan muda.
“Kita mencegahnya, dengan cara menghentikan lalulintas ternak ke daerah yang terinfeksi ke daerah bebas,” ujarnya.
Baca juga: Dinas Peternakan Cek Hewan Masuk Sarolangun di Tengah PMK yang Dikhawatirkan Mewabah
Supaya mengetahui penyebaran PMK kata dia sudah membuat posko pengendalian. Di sana tujuh orang dokter hewan dan lima orang tenaga medis disiagakan untuk membantu masyarakat.
“Saya mengimbau kepada peternak dan pedagang untuk melaporkan apabila ditemukan gejala tersebut sesegera melapor ke posko terdekat. Kita sudah menyiapkan disetiap kecamatan sebab risiko kematian pada hewan begitu tinggi,” pungkasnya.
Baca juga: Apkasindo Demo di Jakarta, Bupati Batanghari Fadhil Arief: Peran Pemda Menjaga Keputusan Presiden
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News