Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan 121,985 ton Minyak Goreng ke Timor Leste

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan penyelundupan 8 kontainer berisi minyak goreng.

Editor: Rahimin
Foto: Divisi Humas Polri
Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Timur menggagalkan upaya penyelundupan 8 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor ke negara Timor Leste. 

TRIBUNJAMBI.COM  - Penyelundupan ratusan ton minyak goreng dari Indonesia keluar negeri berhasil digagalkan polisi.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan penyelundupan 8 kontainer berisi minyak goreng.

Di mana, minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur akan diselundupukan ke negara Timor Leste.

Dalam 8 kontainer tersebut, setidaknya berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng yang siap diekspor.

Ungkap kasus penyelundupan ratusan minyak goreng itu dikatakan Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022) malam.

Komjen Agus Andrianto bilang, ungkap kasus ini bermula dari informasi yang diberikan masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

Sebelumnya, pemerintah sudah menerbitkan larangan ekspor minyak goreng sejak 28 April 2022 guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam kasus ini, kata Komjen Agus Andrianto, pihaknya menetapkan 2 tersangka berinisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun.

Keduanya diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng ditengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

Komjen Agus Andrianto menjelaskan, awalnya diduga ada 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor.

Namun, 8 kontainer sudah diamankan. Tiga kontainer lain sudah berada di Timor Leste.

Terkait 3 kontainer yang sudah ada di Timor Leste, polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai untuk melakukan penarikan.

Dikatakan Komjen Agus Andrianto,  tersangka mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice persetujuan ekspor barang (PEB).

Dalam dokumen ekspor dengan pos tarif/HS dan invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, styrofoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.

"Tapi, isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," Komjen Agus Andrianto menjelaskan.

Kedua tersangka disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Minyak Nabati Dunia Melejit, Dampak Jokowi Larang Ekspor CPO

Baca juga: 9 Perusahaan CPO Diduga Lakukan Kartel Migor, MAKI Lapor ke KPPU. Jual CPO ke LN dengan Harga Tinggi

Baca juga: 28 Ribu Ton Migor Curah Disalurkan Bertahap, KPPU Surati Jokowi

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved