2 Mei Hari Pendidikan Nasional - Mengenang Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pelopir Pendidikan
2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari Pendidikan Nasional selalu lekat dengan sosok Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959, pada umur 69 tahun.
Beberapa orang mengeja namanya dengan ejaan lama, Ki Hadjar Dewantara.
Jurnalis dan Pemuda Aktif pada Masa Kolonial
Ki Hadjar Dewantara merupakan seorang penulis, wartawan muda, dan tokoh yang aktif di organisasi pemuda pada masa kolonial Belanda.
Tulisan-tulisannya terkenal keras dan mengandung kritikan-kritikan pedas yang ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda atas tindakan yang sewenang-wenang kepada orang-orang pribumi.
Ia sempat bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Mendirikan Taman Siswa
Ki Hadjar Dewantara sempat diasingkan di Belanda bersama kedua rekannya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.
Ketiga tokoh yang dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai itu diasingkan karena protes dan tulisan pedas terhadap pemerintahan Hindia Belanda.
Pada masa pengasingan di Belanda, banyak pengaruh yang mendasarinya mengembangkan sistem pendidikan.
Ki Hadjar kembali ke Indonesia pada bulan September 1919 dan segera bergabung ke sekolah binaan saudaranya.
Pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa.
Perguruan Taman Siswa adalah suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Baca juga: Dapat Remisi Lebaran, Ridho Rhoma Langsung Bebas Bersyarat
Semboyan Tut Wuri Handayani
Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya hingga kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/02052018_ki-hajar-dewantoro_20180502_084644.jpg)