Konflik Koperasi GSM dengan PT SAM di Sarolangun Berakhir Damai, Perusahaan Ganti Rp 2,2 Miliar

Konflik masyarakat Mandiangin yang tergabung dalam Koperasi Gurah Sawit Mandiri (GSM) dengan PT SAM akhirnya berakhir damai.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Mediasi anggota Koperasi Gurah Sawit Mandiri (GSM) di Kecamatan Mandiangin dengan PT SAM. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Masyarakat Mandiangin yang tergabung dalam Koperasi Gurah Sawit Mandiri (GSM) dari dua desa di Kecamatan Mandiangin akhirnya berdamai dengan PT SAM setelah sekian lama kisruh.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan, dalam penyelesaian berupa perdamaian ini pihak perusahaan telah memiliki niat baik dengan bersedia mengganti rugi kelompok tani dari Koprasi Gurah Sawit Mandiri sebanyak 116 anggota dengan jumlah Rp 2,2 miliar.

Dalam hal perincian ganti rugi, pihak perusahaan memberikan uang tunai sebesar Rp 1,6 miliar karena setelah dipotong cicilan kredit hutang sebesar Rp 600 juta.

Kompensasi ganti rugi dikarenakan pihak perusahaan yang selama ini memiliki pola kemitraan dengan masyarakat namun tidak terpenuhi, padahal pihak perusahaan sudah melakukan panen selama dua tahun terakhir, masyarakat menuntut lahan plasma masyarakat seluas 1.500 hektar dikeluarkan dari izin konsesi PT SAM karena sudah banyak merugikan masyarakat.

Baca juga: DPRD Jambi Minta Perusahaan Jangan Jadikan Larangan Ekspor Alasan Turunkan Harga TBS Petani

"Dan yang 1,6 miliar diserahkan dua tahap, yakni hari ini tahap pertama sebesar Rp 1,5 Miliar dan tahap kedua sebesar 100 juta segala pihak koperasi melengkapi legalitas koperasi, sesuai kesepakatan bersama," ujarnya.

Pemerintah kabupaten menyambut baik penyelesaian konflik lahan masyarakat dengan perusahaan ini yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih ini, meskipun penyelesaian kesepakatan ganti rugi cukup alot terjadi antara kedua belah pihak namun tetap menghasilkan kesepakatan secara damai.

"Tentu ini selaku langkah baik dari kami Pemda telah menyelesaikan konflik antara perusahaan dengan petani dengan jalan musyawara, tidak ada yang merasa dirugikan," ujarnya.

Dia berkata, kompensasi dari perusahaan sebesar 1,6 miliar tersebut akan dibagikan dengan seluruh kelompok tani yang selama ini telah dirugikan. Dan telah disepakati bersama pihak perusahaan dan pihak koperasi sudah sama-sama menyetujui ganti rugi tersebut.

Baca juga: Harga TBS di Jambi Sempat Anjlok, Dewan Duga Ada Pihak Ambil Kesempatan dalam Kesepitan

"Ke depan kita harapkan masyarakat selaku keolompok tani dengan PT sam ini akan bergandengan tangan, bisa rukun lagi berinvestasi bisa aman dan masyarakat bisa menerima hasilnya normal lagi setelah hari ini. Dan pola kemitraan ini akan lebih baik lagi serta pihak koperasi ini saya ingin sebagai badan usaha dalam menjalin kerja sama bersama pihak perusahaan," tutupnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved