Berita Tanjabtim
Kisah Masjid Agung Pertama dan Da'i Kondangnya di Tanjabtim
Berita Tanjabtim-Masjid agung pertama di Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur kaya akan nilai sejarah dan menjadi andalan..
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Masjid agung pertama di Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur kaya akan nilai sejarah dan menjadi andalan masyarakat pesisir hingga kini. Jumat (15/4/2022)
Berada di pusat perkampungan Muara Sabak Kelurahan Muara Sabak ilir, bangunan Masjid Agung Annur Muara Sabak meski diapit rapatnya bangunan namun tidak meredupkan pancaran kemegahan masjid yang di bangun sejak tahun 1950 tersebut.
Dengan romansa warna krem dan ditambah relief serta paduan berbagai sentuhan seni, membuat masjid tersebut menjadi masjid andalan bagi warga sekitar. Baik dalam melaksanakan kegiatan rutinitas hingga kegiatan keagamaan.
Datuk Muhammad Raja (79), satu dari tokoh masyarakat dan tetua yang ada di Kelurahan Muara Sabak Ilir, Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur kepada tribunjambi.com Kamis (14/4/2022) menuturkan, awal mulanya masjid ini ukurannya jauh sangat kecil dibandingkan dengan saat ini yang telah mengalami beberapa kali pemugaran.
Dikatakannya, Masjid Agung Annur sendiri sesuai dengan namanya Masjid Agung, karena pada masanya masjid ini memang menjadi masjid pertama dan satu satunya yang dibangun cukup besar dan mewah.
"Masjid ini terbilang cukup tua, dibangun saat Muara Sabak Masih bergabung di Ujung Jabung dan di bawah pasirah. Awalnya berupa bangunan kayu yang terbatas, " jelasnya.
Dikatakan Datuk Rajo, masjid Agung Annur sendiri di inisiasi pembangunannya oleh salah satu tokoh agama dan masyarakat muara sabak kala itu, yakni Haji Adam yang juga masih kakak beradik dengan bapaknya nurdin hamzah.
"Dimana pada saat itu dirinya mengajak masyarakat membangun masjid kecil, ukuran 10x10 pada tahun 1950, yang menjadi cikal bakal masjid Agung Annur ini, " jelasnya.
Lanjutnya, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya jumlah penduduk daya tampung masjid pun terbatas hingga kembali mengalami pemugaran. Dan direhab oleh pesirah Muhammad Din, lebih kurang 15x15 dibuat permanen bagian pondasi pada tahun 1968.
"Masjid Annur agung (megah) pertama di sabak ini. Dulunya menjadi masjid bersama untuk 17 desa, satu masjid inilah yang digunakan sekitar tahun 1968," tuturnya.
Dalam sejarahnya, Masjid Agung Annur sendiri sempat beberapa kali mencatat sejarah di Tanjabtim, diantaranya beberapa Da'i kondang sempat menaiki mimbar masjid tersebut. Sebut saja seperti mendiang KH. Zainuddin Mz dan A Rafiq yang pada tahun 2000an pernah menginjakan kaki di masjid yang menjadi andalan warga Muara Sabak tersebut.
Selain itu Masjid Agung Annur sendiri, menjadi salah satu saksi bisu perkembangan Muara Sabak dari masa kejayaan hingga saat ini. (usn)
Caption : Masjid Agung Annur yang berada di Kelurahan Muara Sabak Ilir Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Baca juga: Masjid Agung Pondok Tinggi, Saksi Perkembangan Agama Islam di Kerinci