Berita Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi, Saksi Perkembangan Agama Islam di Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan masjid yang terletak di Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Ker

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/HERUPITRA
Masjid Agung Pondok Tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan masjid yang terletak di Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Kerinci yang dibangun pada tahun 1874.

Selain merupakan masjid tertua di Kerinci, masjid Agung Pondok Tinggi dibangun dengan aristektur klasik dan juga berbagai hiasan ukiran berbagai motif.

Masjid ini juga menjadi saksi bisu berkembangnya agama Islam di tanah Kerinci.

Pantauan Tribun jambi, tempat ibadah bagi umat Islam ini memiliki beberapa keunikan pada segi arsitektur, ukiran-ukiran serta bedug berukuran raksasa masih terdapat di Masjid ini.

Lokasi masjid berada pada pusat kota Sungai Penuh, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh.

Fasilitas Masjid Agung Pondok Tinggi

Masjid Agung Pondok Tinggi pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai. Seperti kamar mandi, tempat wudhu, dan juga tempat parkir yang cukup luas.

Terdapat pula sebuah perpustakaan dengan koleksi berbagai buku.

Pada tempat ibadah ini pun sering diselenggarakan berbagai kegiatan keagamaan untuk masyarakat setempat.

Di dalam ruangan masjid terdapat mihrab yang berukuran sekitar 3,1 meter x 2,4 meter. Mihrab ini pun dihiasi dengan berbagai ukiran indah, serta keramik.

Ketua Masjid Agung Pondok Tinggi, Herman dikonfirmasi, Rabu (13/4/2022) mengatakan, Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun pada 1 Juni tahun 1874 Masehi, dan tercatat sebagai salah satu masjid tertua yang ada di Kerinci.

"Pembangunannya dilakukan secara gotong royong dari warga Sungai Penuh yang kala itu hanya terdiri dari 90 kepala keluarga. Tak hanya laki-laki saja, para wanita pun turut membantu dalam membangun masjid ini," ungkapnya.

Diceritakannya, sebelum pembangunan masjid, selama tujuh hari tujuh malam diadakan pesta keramaian yang turut dihadiri seluruh masyarakat setempat. Dalam pesta ini turut pula disembelih 12 kerbau.

Setelah pondasi selesai, dibuatlah sebuah panitia pelaksanaan pembangunan masjid dengan cara bermusyawarah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved