Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi, Saksi Perkembangan Agama Islam di Kerinci

Masjid Agung Pondok Tinggi merupakan masjid yang terletak di Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Ker

Tayang:
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/HERUPITRA
Masjid Agung Pondok Tinggi 

Sedangkan arsitek perancang desain masjid adalah M. Tiru yang tak lain adalah warga Desa Pondok Tinggi.
Selain itu ditunjuk pula 12 tukang bangunan, yang dinilai cakap dan memiliki keahlian khusus dalam pembangunan masjid.

Dalam proses pembangunan untuk membangkitkan semangat kerja warga diadakan pula pementasan kesenian Kerinci seperti seni pencak silat.

"Secara menyeluruh, pembangunan masjid akhirnya selesai pada tahun 1902," jelasnya.

Katanya lagi, nentuk atap Masjid Agung Pondok Tinggi memiliki 3 filosofi hidup yang dianut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Pondok Tinggi.

Ketiga filosofi tersebut diantaranya adalah bapucak satu (berpucuk satu), berempe jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga).

Masjid Agung Pondok Tinggi memiliki ketinggian mencapai 30,5 meter dan ditopang dengan 36 buah tiang nan kokoh.

Tiang-tiang ini pun dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu Tiang Panjang Sambilea (Tiang Panjang Sembilan), Tiang Panjang Limao (Tiang Panjang Lima), dan Tiang Panjang Duea (Tiang Panjang Dua).

Tiang Panjang Sambilea merupakan tiang dengan panjang sekitar 9 depa atau 15 meter.

Tiang ini berdiri menyangga masjid dengan jarak sekitar 10 hingga 11 meter antara satu tiang dengan tiang lainnya.

Tiang ini berjumlah empat, membentuk persegi empat dan ditanami paku emas sebagai penolak bala.

Besar dari tiang ini juga sama persis dengan yang ada di Ka’bah di Mekkah.

Sedangkan Tiang Panjang Limao memiliki ukuran lima depa atau sekitar 8 meter. Tiang ini berjumlah 8 buah, dan ditata membentuk segi empat.

Tiang ketiga atau yang disebut Tiang Panjang Duea memiliki ukuran sekitar 2 depa atau sekitar 5,4 meter.
Tiang ini dulunya berjumlah 24, namun kini hanya tinggal 23 karena diambil satu untuk membuat mihrab masjid.

Selain tiang-tiang tersebut, masih ada tiang dua tiang gantung yang ukurannya sekitar 7 meter. Tiang gantung ini berjumlah dua buah, serta diklaim cukup elastis.
Masjid ini dibangun tanpa menggunakan paku atau bahan perekat pada umumnya.

Dinding-dinding hanya diapitkan dan disusun sedemikian rupa yang justru memiliki ketahanan terhadap bencana gempa bumi.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved