Berita Merangin

Harga Tidak Stabil, Pedagang di Pasar Baru Merangin Ada yang Tidak Jual Cabai Merah

Kondisi harga yang tidak stabil membuat sebagian pedagang di Merangin tidak menjual cabai merah di lapaknya.

Tribunjambi/darwin
Kondisi harga yang tidak stabil membuat sebagian pedagang di Merangin tidak menjual cabai merah di lapaknya. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kondisi harga yang tidak stabil membuat sebagian pedagang di Merangin tidak menjual cabai merah di lapaknya.

Harga komoditi pertanian khususnya sembilan bahan pokok di Kabupaten Merangin ada yang merangkak naik dan merosot.

Kenaikan harga tersebut berdasarkan data yang diperoleh tribunjambi.com dari Pasar Baru Kota Bangko mencapai Rp 20 ribu.

Hal yang membuat pedagang tidak menjual cabai merah khususnya karena harga beli dari agen tidak sesuai dengan harga eceran.

Kenaikan harga yang tidak stabil itu khususnya cabai merah membuatnya tidak menjual sembako tersebut sejak memasuki bulan puasa.

"Cabai merah nggak tentu (tidak stabil),
Sejak puasa nggak jualan. Beli cabai ke agen Rp 40 pas jual merosot ke Rp 30 ribu," ungkap Sarijal, Pedagang Pasar Baru Kota Bangko, Selasa (12/4/2022).

Sebagian harga sembilan bahan pokok di Pasar Tradisional Kota Bangko, Kabupaten Merangin merangkak naik hingga Rp 20 ribu per kilogramnya.

Pada hari ke 10 pelaksanaan bulan suci Ramadhan terjadi kenaikan harga Sembako di Kabupaten Merangin.

Berdasarkan keterangan pedagang, Sarizal mengatakan bahwa kenaikan harga bawang tersebut terjadi sejak Senin (11/4/2022).

Kenaikannya pun cukup signifikan yakni Rp 10 ribu - Rp 20 ribu dari harga normalnya yaitu Rp 22 ribu untuk bawang merah dan bawang putih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved