Berita Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Minta Warga Tak 'Panic Buying' Kebutuhan Jelang Ramadan

Pemerintah Kota Sungai Penuh meminta warga untuk tak panic buying dalam melakukan pembelian kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/herupitra
Wali Kota Ahmadi Zubir 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pemerintah Kota Sungai Penuh meminta warga untuk tak panic buying kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan.

Hal ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas sembako.

"Masyarakat jangan memicu panic buying, pemerintah tetap menjaga ketersediaan bahan pokok serta kebutuhan warga lainnya," kata Walikota Ahmadi Zubir.

Dimana sebelumnya juga telah digelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pangan dan Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Kota Sungai Penuh, yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Sungai Penuh Alvia Santoni.

Rapat tersebut dalam rangka menindaklanjuti Surat Gubernur Jambi tentang antisipasi ketersediaan komoditi dan lonjakan harga bahan pangan strategis pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 H/ 2022 M.

Walikota meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Kota Sungai Penuh terus melakukan monitoring, serta tim teknis melakukan langkah stabilitas pasokan dan permintaan pasar dengan berkoordinasi dengan distributor dan pemasok kebutuhan pokok masyarakat.

"Tim harus turun ke lapangan setiap hari untuk memastikan pasokan lancar. Pantau hingga ke pemasok barangnya, sehingga kita bisa memastikan barangnya ada," kata Ahmadi.

Ia juga meminta agar di pasaran tidak ada ketergantungan kepada salah satu pemasok saja, artinya perlu banyak pemasok sehingga semuanya bisa terjaga.

"Jangan tergantung dengan satu pemasok saja, selain pasokan terjaga juga harganya tidak naik atau standar," katanya.

Terkait komoditas yang paling diburu warga pada bulan puasa yakni daging baik sapi, kerbau maupun daging ayam menjadi perhatian Walikota.

Ia memantau pergerakan harga daging sapi dan kerbau yang mengalami kenaikan. Namun, ia meminta agar kenaikan tidak melampaui Rp.130.000 per kilogram.

"Sekarang harga daging sapi dan kerbau paling tinggi Rp.130.000," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh, Muswadi mengakui, ada lonjakan permintaan dan harga sembako pasar di daerah.

"Penyebabnya adalah masyarakat yang menghadapi kesiapan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, adanya tradisi sahur dan buka puasa, budaya mudik lebaran, dan juga menyiapkan stok menghadapi Idul Fitri," katanya singkat.

Baca juga: Turnamen Badminton Antar Instansi se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Dibuka Malam Ini

Baca juga: Aksi Pembobol Dua ATM di Sungai Penuh Disebut Sudah Profesional, Rp 280 Juta Digondol Pelaku

Baca juga: Polisi Kantongi Rekaman CCTV Aksi Pembobolan Dua ATM di Sungai Penuh yang Terjadi Dalam Semalam

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved