Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Makan dan Minumlah, Itupun Pemberian Allah
Bacaan ayat: Pengkhotbah 2:24 (TB) Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya.
Makan dan Minumlah, Itupun Pemberian Allah
Bacaan ayat: Pengkhotbah 2:24 (TB) Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Orang muda akan bangga ketika mendapatkan pekerjaan dan dapat menikmati hasil jerih lelahnya.
Rasa bangga tersebut wajar, karena ia mulai merasa dapat hidup mandiri.
Ia tidak perlu meminta uang saku kepada orang tuanya, bahkan ia bisa memberi sesuatu kepada mereka. Terkait dengan masa depan, dalam pekerjaan akan ada jaminan kecukupan.
Melalui pekerjaan, ia diharapkan akan dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya kelak.
Sikap obyektif terpancar nyata ketika ada sebuah social eksperimen, ditanyakan kepada seorang perempuan, 'Jika ada pengangguran yang naksir, apakah anda mau?'.
Hampir semua responden sepakat, 'Tidak mau. Karena masa depan perlu jaminan kenyamanan dan kemapanan; dan itu tercermin melalui pekerjaan.'
Bisa dipahami bahwa semua orang ingin kebutuhan hidupnya terpenuhi, minimal kebutuhan primer: pangan, sandang dan papan.
Namun jangan lupa bahwa segala hal ada dibawah otoritas Allah yang memberikan.
Bisa saja terjadi, sepasang muda mudi sepakat menikah dengan yakin bahwa masing-masing telah bekerja, atau minimal calon kepala rumah tangga mempunyai pekerjaan yang mapan.
Tanpa diduga, baru empat bulan setelah pernikahan terjadi persoalan ditempat pekerjaan dan harus PHK.
Puji Tuhan jika lima tahun berselang dari peristiwa tersebut, mereka bertahan dengan dua anak yang sedang bertumbuh.
Sejalan dengan itu, penulis Kitab Amsal mengajak kita untuk memahami tentang makanan dan minuman dalam kacamata yang lebih luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/25102021-makan-mi-instan.jpg)