Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Advetorial

WAWANCARA EKSKLUSIF Bupati Tanjabbar, Dari SDM, ASN dan Reward Hingga Potensi Kelautan

Bupati Tanjung Jabung Barat Drs Anwar Sadat M.Ag dan Wakil Bupati Hairan dilantik memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 26 Februari 2021 lalu.

Tayang:
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Danang
Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Menjelang 1 tahun kepemimpinan Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Hairan.

Bupati Tanjung Jabung Barat Drs Anwar Sadat M.Ag dan Wakil Bupati Hairan dilantik memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada 26 Februari 2021 lalu. 26 Februari 2022 1 tahun pasangan ini memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Setahun memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Barat, bupati juga menyoroti soal ASN dan potensi kelautan

Berikut ini wawancara ekslusif reporter Tribun Jambi bersama Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs Anwar Sadat M.Ag:

Terkait dengan Sumberdaya Manusia, dari segi ASN apakah ada prestasi yang mereka bisa dapat dan apresiasi?

ASN kita beberapa tahun terakhir mendapatkan beberapa prestasi dan penghargaan, misalnya mereka masuk dalam kelompok pegawai yang ikut kegiatan inovasi, mereka dapat penghargaan ketika ikut pelatihan manajemen, kita punya SPIP (sistem pengendalian internal pegawai) yang kita bekerjasama dengan BPKP dan ini untuk menjaga ASN kita untuk tanggung jawab terhadap tupoksinya, ini harapan kita pengendalian-pengendalian ini sesuai dengan aturannya gitu.

Harapannya kita nanti bisa menerima WTP lagi, karena SPIP ini kita kerjasamakan dengan BPKP yang selalu memberikan pengawasan pegawai.Kemudian yang kedua, kita mesuport pegawai-pegawai kita yang ingin melanjutkan sekolah, misalnya ada S1 mau kulaih S2, D1 ke S1 dan sebagainya, ini untuk meningkatkan SDM ASN kita.

Kemudian kita sedang melakukan bagaimana nanti labolatorium peningkatan perform ASN kita, harapanya nanti mereka memang punya kapabilitas, kemampuan yang baik di tupoksinya masing-masing sehingga tidak lagi mengacu pada seseorang saja. Karena ketika mereka tidak hadir, mereka tidak bisa berurusan dengan masyarakatnya, ini yang kita hindari, selama ini kan seperti itu.

Harapan kami mudah-mudahan dengan adanya reformasi birokrasi ini terutama saat inu kita sudah mengikuti reformasi birokrasi, eselon IV sudah mulai ditiadakan, dan digantikan dengan fungisonal, dan nanti terjadinya profesionalisasi kepegawaian, disitulah nanti kita akan melihat profesinalismenya, itu untuk menjalankan tupoksinya masing-masing sebagai ASN.

Seperti yang sempat disampaikan beberapa waktu lalu bagi ASN yang tidak bisa dibina, akan dibinasakan, apakah ini berlaku?

Kita panggil kabid-kabid di setiap dinas, memang jabatan itu harus dialankan, kalau mereka ingin jabatan kabid, bukan sekedar mengambil tunjangan, tapi bisakah mereka untuk menjalankan tupoksinya.

Kemarin sudah kita lantik, kita evaluasi ini selama 6 bulan. Ya, kalau memang tidak mampu kita suruh mereka untuk mundur, karena jadi beban kita, kalau satu bidang saja tidak jalan, nanti banyak terhambat kegiatan-kegiatan di OPD, dan ini kita rasakan betul, kita evalusasi.

Di Dinas Pendidikan itu di bagain organisasi Pendidikan, kita kan masih rendah nilainya, ada yang 20, ada yang 30, ada yang 40, artinya disitu tidak jalan kabid kabidnya, harapan kami itu harus diperbaiki, kalau tidak, mereka ya tidak bisa kita pertahankan.

Ini kita minta kepala dinasnya untuk betul-betul mengawasi. Oleh karena itu kita telah melaksanakan peningkatan disiplin pegawai, kemarin kita perintahkan dinas perhubungan, Satpol PP untuk razia pada jam kerja, pegawai kita ini jangan ada lagi yang nongkrong di warkop karena memiliki kewajiban di kantor pada jam kerja, ini sudah kita lakukan untuk meningkatkan disiplin. Di samping itu juga kita memberikan pemahaman tentang amanah pegawai pada pegawai kita.

Masyarakat di luar Tanjung Jabung Barat sudah mengetahui potensi kelautan kita, kalau kita bicara pariwisata yang sebelumnya mungkin kurang maksimal, apa rencana yang akan dilakukan atau setahun ini apa yang sudah dilakukan?

Pertama kita revitalisasi pemanfaatan jembatan Titian Orang Kayo Mustiko Rajo Alam atau WFC itu sudah kita bersihkan dari warung-warung yang terkesan kumuh.
Ini kita buatkan portal, lalu Sabtu Minggu kan orang-orang Jambi atau kabupaten lain datang ke Tungkal, dari Tembilahan, itu kita maksimalkan lagi nanti.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved