Berita Jambi
Stok Minyak Goreng di Jambi Stabil, PT KTN Produksi 10 Ribu Ton per Hari
Berita Jambi-Terkait adanya kelangkaan di pasar atau di eceran beberapa waktu lalu, kata Agus, hal tersebut dikarenakan..
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
Kata Tirta, yang menjadi kendala para distributor dan produsen jika memasok ke pasar tradisional, adalah pembayaran, di mana, distributor dan produsen kerap terlambat menerima pembayaran, yang mengganggu produksinya.
"Kendala distributor terkendala terkait pembayaran, melalui pemerintah sini, agar bisa dari para pelaku usaha memberikan keringanan dari sisi waktu," katanya.
Plt Kadisperindag Provinsi Jambi, Agus Sunaryo mengatakan, hasil sidaknya jika memantau di pabrik dan ditributor tersebut, produksi minyak goreng di Provinsi Jambi masih tergolong stabil.
Terkait adanya kelangkaan di pasar atau di eceran beberapa waktu lalu, kata Agus, hal tersebut dikarenakan toko ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret langsung berhubungan ke pabrikan.
Di mana, harga di toko ritel secara merata dan konsisten di harga Rp14 ribu.
Sehingga, membuat barang eceran atau pasaran agak langka, karena perbedaan harga otomatis terjandi antara di pasar tradisional dengan ritel moderen.
"Ya meskipun ada di pasar atau eceran, masyarakat pasti pergi ke toko ritel, ya kerana harganya pasti," kata Agus, Kamis (17/2/2022).
"Tetapi kalau di toko eceran itu harganya kerap menjual dengan harga mulai dari Rp15 hingga Rp17 ribu," tambahnya.
Ia juga berharap, produsen dan distributor tdak hanya mensuplai ke pasar medern saja, tetapi langsung ke pengecer-pengecer. (*)