Renungam Kristen
Renungan Harian Kristen - Dibully Karena Kebenaran, Itu Anugerah
Bacaan ayat: Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga
Dibully Karena Kebenaran, Itu Anugerah
Bacaan ayat: Matius 5:10 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan”), merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Sekelompok orang melakukan bullying biasanya didasari sikap superioritas atas pihak lain.
Entah dalam hal jumlah, kekuasaan, kekayaan atau hal lainnya.
Jemaat mula-mula mengalami bullying dari pihak otoritas yang berkuasa.
Mereka diposisikan sebagai sekte sesat yang mempercayai Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan oleh Allah.
Bullying dilakukan secara legal, terstruktur dan tertata rapi.
Bentuknyapun beragam; dari sekedar caci maki, olok-olokan, penghinaan verbal, sampai dengan penganiayaan fisik, bahkan penumpahan darah dan pembunuhan.
Abad pertama menjadi abad kelam bagi umat Tuhan untuk bertumbuh. Bahkan dua abad berikutnya, jemaat masih harus tertatih-tatih untuk tetap setia pada iman yang mereka miliki.
Ajaibnya, semakin dibabat justru semakin merambat. Banyak petobat baru hadir ketika menyaksikan iman yang tidak tergoyahkan oleh penderitaan.
Faktanya, memang kebenaran tidak perlu dibela. Kebenaran akan tampil sebagai kebenaran meskipun harus berada di atas lautan api penderitaan.
Salah satu Sabda Bahagia Yesus yang dicatat oleh Matius menyatakan hal yang sama: 'Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.'
Setiap orang percaya perlu yakin bahwa yang diimani adalah sebuah kebenaran; yang diimani adalah kebenaran yang sejati.
Untuk itu perlu diuji, bahwa kebenaran sejati asalnya dari Allah Sang Pencipta kehidupan. Artinya tolok ukur kebenaran adalah Allah sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)