Pemilihan Presiden

Elektabilitas Airlangga Hartarto Masih Rendah, Partai Golkar Akan Lakukan Hal Ini

Pihaknya memiliki waktu yang cukup untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto untuk menjadi calon presiden 2024

Editor: Rahimin
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Elektabilitas Airlangga Hartarto Masih Rendah, Partai Golkar Akan Lakukan Hal Ini 

TRIBUNJAMBI.COM - Hasil lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto masih rendah di Jawa Barat.

Survei dilaksanakan SMRC pada 5-8 Februari 2022 dengan metode wawancara melalui telepon kepada 801 responden yang merupakan warga Jawa Barat.

Responden di survei ini dipilih secara acak dari database hasil survei SMRC sebelumnya serta dipilih acak melalui metode random digit dialing.

Margin of error survei ini diperkirakan ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meyakini, pihaknya memiliki waktu yang cukup untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto untuk menjadi calon presiden 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan Ace Hasan Syadzily merespons hasil survei SMRC yang menunjukkan elektabilitas Airlangga Hartarto di Jawa Barat masih rendah.

"Kami yakin kerja-kerja politik masih ada dua tahun, maka kemungkinan kita masih punya ruang bisa berjuang untuk menghadapi itu semua," katanya dalam acara rilis survei, Selasa (15/2/2022).

Ace Hasan Syadzily bilang, hasil survei SMRC merupakan pelecut bagi Partai Golkar untuk menghadapi 2024.

Dikatakan Ace Hasan Syadzily, nama Airlangga Hartarto sudah muncul dalam simulasi top of mind survei, ini awal baik untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

Menurut Ace Hasan Syadzily, Partai Golkar konsisten menjagokan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden sebagaimana keputusan musyawarah nasional partai.

"Kami selalu berusaha untuk meningkatkan popularitas calon presiden kita dulu. Itu pasti mempengaruhi terhadap likeabilitas, dan itu juga pasti akan mempengaruhi terhadap elektabilitas, masih sangat terbuka bagi upaya kita untuk terus berjuang," ujarnya.

Ace Hasan Syadzily menambahkan, kerja-kerja politik Partai Golkar dalam memenangkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden belum dilakukan dengan tegas.

Dikatakannya, hal wajar apabila banyak masyarakat belum tahu Airlangga Hartarto akan menjadi calon presiden.

"Misalnya dari billboard-billboard yang dipasang oleh kader-kader Partai Golkar masih menyebutkan 'Kerja untuk Indonesia 2024'. Orang belum begitu aware bahwa Pak Airlangga akan maju sebagai calon presiden," kata Ace Hasan Syadzily.

"Ini langkah-langkah yang kita lakukan untuk terus mendorong mensosialisasikan Pak Airlangga," sambungnya.

Dari simulasi top of mind survei SMRC responden menjawab spontan siapa yang akan dipilih sebagai presiden.

Hanya ada 0,4 persen responden yang menjawab Airlangga Hartarto. Selanjutnya, di simulasi semi terbuka 29 nama, elektabilitas Arilangga Hartarto berada di angka 0,9 persen.

Di simulasi tertutup sepuluh nama, Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas 1,3 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Elektabilitas Airlangga Hartarto Disebut Memalukan, Internal Golkar Memanas Jelang Pilpres 2024

Baca juga: Duet Airlangga Hartarto dan Andika Perkasa di Pilpres 2024, Golkar: Ini Paket Menarik

Baca juga: Partai Golkar Tidak Pilih-pilih Calon Pendamping Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved