Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Jangan Mencobai Tuhan

Bacaan ayat; Mazmur 95:8-9 (TB) Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Jangan Mencobai Tuhan

Bacaan ayat; Mazmur 95:8-9 (TB) Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Seorang hamba Tuhan senior iseng-iseng menggoda seorang hamba Tuhan yunior yang sangat bersemangat dalam pelayanan, 'Bagaimana Saudara bisa yakin bahwa yang sedang Saudara kotbahkan adalah benar kebenaran dan firman Tuhan yang sebenarnya? Jangan-jangan Tuhan itu tidak ada sementara Saudara begitu bersemangat berkotbah tentang Dia?!'.

Dengan sederhana hamba Tuhan yunior menjawab, 'Saya berkotbah karena saya percaya!'

Pernahkah kita meragukan keberadaan Tuhan? Biasanya ini terjadi ketika terjadi peristiwa buruk yang beruntun.

Seseorang mulai bertanya, 'Benarkah Tuhan itu ada? Jika ada, mengapa Dia membiarkan saya menderita?'. Sebuah pergumulan yang tidak mudah untuk memperoleh jawaban.

Musa memimpin sebuah bangsa yang tegar tengkuk. Berulang-ulang mujizat terjadi, tetap saja protes saat kesulitan melanda.

Gambaran buram kehidupan kita, yang selalu bebal meskipun berulangkali Tuhan telah menolong.

Dinamakan Masa dan Meriba, karena di tempat itulah mereka protes.

Mereka telah bertengkar dan mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Bayangkan, betapa bebalnya hati pikiran mereka sementara 10 tulah menjadi tanda dahsyat bagaimana Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir.

Mereka meragukan keberadaan Tuhan hanya karena kehausan.

Secara fisik, kehausan bisa jadi memberi tanda kondisi terburuk kehidupan yang bisa berujung pada kematian.

Namun meragukan kehadiran Tuhan menjadu bukti kuat bahwa mereka mulai tidak percaya lagi kepada Tuhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved