Fashion Street di CFD Pamerkan Pakaian Hasil Rancangan Desainer Muda Jambi

Acara fashion street berlangsung meriah di depan kantor Gubernur Jambi, Minggu (6/2/2022) pagi.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Acara fashion street berlangsung meriah di depan kantor Gubernur Jambi, Minggu (6/2/2022) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kegiatan fashion street yang diagendakan Minggu (6/2/2022) pagi di depan kantor Gubernur Jambi berjalan lancar. Walaupun persiapan sempat tertunda karena kondisi cuaca tapi itu tidak menghalangi kegiatan.

Setelah rangkaian acara pembukaan akhirnya tiba giliran pagelaran busana yang dinantikan dan itu buat masyarakat penasaran. Sebanyak 13 model berbalut busana rancangan desainer-desainer lokal mulai berlenggang dibawah langit mendung.

Pengunjung CFD otomatis mengeluarkan masing-masing gawainya untuk mengabadikan momen tersebut.

Fashion street ini jadi bagian kegiatan Pameran UMKM dalam rangka Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2022.

Bank Indonesia Provinsi Jambi berkolaborasi dengan Jambi Fashion Society (JFS) mengelar fashion street pagi itu. JFS dibawah bimbingan Bank Indonesia Jambi menampilkan 13 koleksi pakaian di antaranya 5 pakaian wanita, 5 pakaian pria, dan 3 koleksi pakaian anak-anak.

Semua koleksi pakaian yang ditampilkan merupakan batik Jambi dan koleksi pakaiannya hasil rancangan dari tujuh desainer muda Jambi.

Baca juga: Saat Dewi Merasa Terbantu Kembangkan UMKM Dari Dana Bantuan Pemerintah

Ketujuh desainer muda tersebut yakni Antoni Budiman, Reka Dian Utami, Bima Zikwan, Monica Astari, Bella Burhan, Poppy M.Putri, Derry Fitrawan, Rifdatul Khoiro dan Siti Hadijah.

Bima Zikwan, Desainer sekaligus Sekretaris JFS mengatakan "Ketujuh desainer ini tergabung dalam satu komunitas yang dibentuk oleh Bank Indonesia Jambi Fashion Society dan terbentuk pada tanggal 3 Maret 2021. Untuk persiapan menjelang show ini cukup mendadak dan untungnya kita para desainer sudah punya koleksi masing-masing jadi ketika dikabari sudah ready, jadi persiapan kurang lebih cuma satu hari."

Karena tema besarnya street fashion para desainer mengeluarkan koleksinya yang casual dan sporty dan tentunya dengan menggunakan batik Jambi.

"Untuk model yang sudah biasa kolaborasi dengan JFS, dari awal kita event itu pertama kita kayak ada hunting atau seleksi model dulu kita tetapkan tinggi dan berat model berapa dan setelah terpilih dan setiap kita ada event mereka kita panggil, jadi kita punya beberapa model yang ready untuk pakai koleksi kita," ujar Reka Dian Utami Desainer dan Wakil Ketua JFS.

Dia mengatakan JSF memang agak selektif memilih model untuk mengenakan busana rancangan mereka.

"Modelnya harus bisa membawakan jiwa baju yang dia pakai, jadi kita memang lebih concern untuk memilih model yang sudah kita tentukan kriterianya, karena gak bisa dipungkiri kita kan desain itu nggak hanya menjual bajunya tapi visual secara keseluruhan jadi kalau bajunya bagus modelnya tidak sesuai atau tidak menjiwai tentu tulisan atau karya yang ingin disampaikan desainer tidak tersampaikan," sebutnya.

Bima mengatakan ini bukan kali pertama fashion street yang digelar JSF. Komunitas ini sudah sering menggelar fashion street bahkan JSF punya program sendiri tiap tahunnya untuk menggelar fashion Street di Jambi.

"Dan yang pertama kali mengadakan fashion Street di Jambi JSF," katanya.

Selain fashion street kegiatan ini juga menggelar live music dan tidak ketinggalan Wirausaha Unggulan Jambi (WUJBI) yang menyediakan beragam produk. 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved