UMKM Jambi
UMKM Jambi, Lima Mahasiswa Kedokteran Unja Ini Ubah Buah Pedada Menjadi Bernilai Ekonomis
Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Unja mengolah buah pedada yang masam menjadi bernilai ekonomis.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Buah pedada banyak di jumpai di pesisir timur Provinsi Jambi. Mulai dari Kabupaten Tanjung Jabung barat hingga Tanjung Jabung Timur.
Buah ini biasanya hanya terbuang saja, karena tidak di konsumsi manusia, hanya beberapa hewan mamalia seperti monyet yang mengkonsumsi buah ini.
Rasanya yang sangat asam menjadikan alasan buah ini tidak tersentuh oleh manusia.
Namun siapa sangka di balik asalnya buah pedada mengandung banyak manfaat sebagai anti oksidan, bahkan mengandung vitamin C dua kali lipat dari jeruk.
Banyaknya manfaat buah pedada inilah yang menginspirasi lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Unja untuk mengolahnya menjadi kudapan yang memiliki nilai ekonomi.
Maria, Dila, Amelia dan dua orang temannya sempat melakukan penelitian buah ini dengan pengawasan ketat oleh Uce dosen pembimbing mereka.
Di tangan mereka, buah pedada di ubahnya menjadi dua produk sekaligus, minuman serbuk dan makanan ringan.
Minuman serbuk di pasarkan dengan brand Grada, sedangkan makanan ringan di pasarkan dengan brand Jelida.
Namun, dua produk dari buah pedada ini belum di pasarkan secara luas.
Dilla satu diantara penemu produk ini mengatakan belum di pasarkan secara luas karena mereka masih terkendala bahan baku.
" Bahan bakunya sendiri masih sulit di cari," ujarnya beberpa waktu yang lalu
Selain itu, dengan bahan baku yang mereka peroleh saat ini masih kesulitan memenuhi permintaan pasar.
" Kita masih berusaha. Memenuhi permintaan dari konsumen yang ada dulu," pungkas Dilla.
Baca juga: UMKM Jambi, Legitnya Dodol Bismillah
Baca juga: UMKM Jambi, Minyak Goreng Mahal UMKM Ini Hasilkan Produk Baru Tanpa Minyak Goreng
Baca juga: UMKM Jambi, Berjualan Tepek Ikan Selama 30 Tahun Tidak Terpengaruh Pandemi Covid-19