Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Mengalami Kasih untuk Berbuat Kasih

Bacaan ayat: Yohanes 13:35 (TB) Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram
Ilustrasi 

Mengalami Kasih untuk Berbuat Kasih

Bacaan ayat: Yohanes 13:35 (TB) Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ciri khas kehidupan orang Kristen adalah kasih. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa Tuhan Yesus mengajarkan tentang kasih dan menempatkannya sebagai Hukum Kasih.

Segala perilaku hidup didasarkan pada perintah ini: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu; dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Itu artinya segala gerak dan laku orang yang menyatakan diri sebagai orang Kristen akan diwarnai dan berkiblat kepada kasih. Implikasi logisnya, kehidupan iman Kristen tidak lagi melekat pada ritual dan simbol.

Ritual dan simbol hanyalah alat bantu untuk mengarahkan seseorang pada peristiwa sesungguhnya yang terjadi dibalik ritual dan simbol yang ada.

Iman lebih melekat kepada apa yang disimbolkan dan bukan kepada simbol yang terlihat. Sementara itu untuk perilaku hidup berlaku hal yang sama.

Orang Kristen melakukan segala hal dalam kehidupan, tidak lagi bermotifkan ego pribadi. Segala hal diarahkan dalam rangka mewujudkan kasih yang meneladani kasih karunia Allah yang telah terwujudnyatakan dalam diri Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Doa Sebagai Nafas Kehidupan Beriman

Kepemilikan harta, misalnya, tidak lagi berbicara tentang aktualisasi diri atau tempat meletakkan harga diri; namun menjadi kesempatan untuk mewujudkan kasih dengan berbagi dengan sesama.

Sakit hati, kerap tersinggung, berbagai pikiran jahat dan lain-lain, tidak lagi mendapat ruang untuk menguasai diri.

Semua perilaku dalam hidup diarahkan untuk mewujudkan kasih yang telah dialami dalam Yesus Kristus.

Sangat memprihatinkan jika setelah sekian lama menyatakan diri sebagai orang Kristen, artinya pengikut Kristus dengan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, namun fokus hidup (masih) pada diri sendiri harga diri dan egoisme.

Alibi normal yang dipakai bahwa merasa masih hidup di bumi, maka dianggap sebagai sebuah kewajaran jika cara hidup di bumi masih tersemat.

Alasan inilah yang membuat Paulus dalam surat-suratnya selalu memberikan peringatan kepada jemaat untuk selalu ingat akan identitas diri sebagai manusia baru dan meninggalkan kefasikan dan berbagai hal lain yang ada di dunia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved