Breaking News:

Jemaah Umrah Siap Berangkat, Begini Kata Kakan Kemenag Merangin

Saat ini keberangkatan jemaah umrah di Merangin masih menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Merangin, Marwan Hasan 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Antusiasme masyarakat Merangin untuk melaksanakan ibadah umrah cukup tinggi.

Saat ini keberangkatan jemaah umrah masih menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Merangin, Marwan Hasan mengatakan bahwa Kabupaten Merangin belum menerima informasi perkembangan terbaru untuk pelaksanaan ibadah umrah tahun 2022.

"Sampai hari ini belum ada travel haji dan Umrah yang melapor mau berangkat atau yang mengkombinasikan akan berangkat," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (9/1/2022).

Dia menegaskan bahwa yang memberangkatkan jemaah untuk umrah sepenuhnya berada di pihak travel dan bukan kewenangan kantor Kementerian Agama.

Meski demikian, dia menegaskan jika kebijakan pusat telah memperbolehkan jemaah berangkat umrah, maka daerah juga demikian.

"Intinya keberangkatan jemaah umrah asal Merangin mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan atau tidak," ujarnya.

Baca juga: Pelaksanaan Ibadah Umrah Kembali Ditunda, Kemenag Jambi: Ini Karena Omicron

Dia menyebutkan bahwa di Kabupaten Merangin terdapat bebeapa travel yang menyediakan jasa tersebut dan telah memiliki jemaah yang siap diberangkatkan. 

Terkait jumlahnya, Marwan tidak ingat secara pasti jumlahnya. Namun dia menyebutkan bahwa setiap travel memiliki jemaah siap berangkat. 

Dia mengungkapkan bahwa keinginan warga Merangin untuk berangkat umrah cukup tinggi. Tingginya keinginan itu dipicu adanya larangan sementara ibadah haji akibat Covid-19.

"Kalau sudah dibuka, saya yakin banyak masyarakat kita yang ingin berangkat umrah. Antusiasme masyarakat berangkat umrah cukup tinggi, apalagi tertundanya berangkat haji. Sehingga salah satu cara sampai ke tanah suci melalui umrah," katanya.

Baca juga: Umrah diperbolehkan, 63 Jamaah asal Tanjabbar akan Berangkat Januari 2022

Jika nantinya pelaksanaannya dibuka, Kemenag Merangin mengimbau untuk mempersiapkan keberangkatan terutama terkait protokol kesehatan. Sehingga nantinya tidak ada jemaah yang dipulangkan karena tidak memenuhi persyaratan protokol kesehatan. 

"Persyaratan secara administrasi, syarat protokol kesehatan betul betul diperhatikan, kesehatan itu dipenuhi. Selain menjadi perhatian penyedia, kembali ke masyarakat yang melaksanakannya," tandasnya. 

Dia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan umrah pada tahun ini akan menjadi tolok ukur diperbolehkannya Indonesia untuk mengikuti ibadah haji.  (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved