Breaking News:

Mengais Pundi Rezeki dari Anjloknya Harga Jual Pinang di Tanjab Timur

Meski harga jual pinang masih anjlok drastis, para pekerja pungut pinang di Tanjab Timur tidak sepi kerja.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Para juru upah dan pungut pinang di Tanjab Timur tidak sepi kerja meski harga jual pinang masih anjlok drastis. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Meski harga jual pinang masih anjlok drastis, para pekerja pungut pinang di Tanjab Timur tidak sepi kerja.

Sekitar satu bulan terakhir, harga jual pinang kering di Tanjab Timur merosot drastis. Saat ini harga pinang kering berkisar Rp 13-14 ribu per kilo, sedangkan pinang basah dihargai Rp 9 ribu per kilo. 

Kondisi harga jual yang masih belum membaik tersebut, nyatanya tidak terlalu berpengaruh bagi warga yang berkerja menjadi pemungut pinang

Kasiah (40) satu dari warga Sabak Timur yang sejak lama kerja sebagai pemungut maupun kocek pinang mengaku masih bersyukur meski harga pinang anjlok. Pasalnya tawaran kerja untuk memungut ataupun kocek pinang masih ramai. 

"Alhamdulillah, biarpun harga pinang sekarang lagi anjlok-anjloknya. Untuk jasa upah memungut atau kupas pinang masih banyak yang membutuhkan," ujarnya, Jumat (7/1/2022). 

"Terutama untuk jasa upah memungut pinang, masih banyak orang yang kewalahan untuk memungut pinang," tambahnya.

Baca juga: Petani Pinang di Tanjabtim Waswas akan Harga Jual Pasca Nataru

Hal senada juga dikatakan Fathonah (39) meski harga jual pinang saat ini terbilang lesu, namun untuk upah jasa pungut pinang masih normal bahkan tidak mengalami perubahan. 

"Sekarang jasa pungut masih sama Rp 13 ribu per karungnya. Bisa bertambah atau berkurang juga tergantung lokasi dan kondisi kebunnya juga," ujarnya. 

Para pelaku jasa pungut dan kupas pinang sendiri, sejauh ini sangat terbantu dengan tingginya permintaan dan nilai jual pinang. Secara tidak langsung hal tersebut juga berdampak positif untuk membantu perekonomian mereka. (usn)

Baca juga: Gegara 20 Bibit Pinang Mati, Kakek (82) di Sarolangun Dipolisikan, Ganti Rugi Puluhan Juta Diminta

--

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved