Breaking News:

Berita Tanjabtim

Petani Pinang di Tanjabtim Waswas akan Harga Jual Pasca Nataru

Dampak lesunya harga jual komoditi pinang di Tanjabtim, membuat beberapa petani pinang merasa waswas. Kamis (23/12)

tribunjambi/ab
Dampak lesunya harga jual komoditi pinang di Tanjabtim, membuat beberapa petani pinang merasa waswas. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Dampak lesunya harga jual komoditi pinang di Tanjabtim, membuat beberapa petani pinang merasa waswas. Kamis (23/12)

Kekhawatiran para petani tersebut ditengarai tidak adanya kepastian kapan kembali normalnya harga pinang di pasaran.

Dikatakan Asnel (38) satu dari pemilik kebun pinang di Kecamatan Muara Sabak Timur, menurutnya saat ini harga jual pinang memang dalam kondisi terpuruk. Bahkan lebih anjlok dari penghujung tahun sebelumnya.

"Bagaimana tidak harga pinang basah dihargai Rp 8-9 ribu per kilo, jika kualitasnya cukup kering makan bisa diangkat Rp 13 ribu perkilo. Jelas harga yang jauh dari biasanya, " tuturnya.

Saat ini para petani pinang berharap, harga jual pinang dapat kembali stabil pasca hari raya Natal dan tahun baru nanti.

Meski demikian, proses pemanenan di kebun tetap dilakukan seperti biasa. Hanya saja mungkin untuk penjualan dalam waktu dekat ini tidak akan dilakukan oleh para petani pinang di Tanjabtim.

"Kalopun mungkin ada yang punya stok pinang siap jual, dengan kondisi harga seperti saat ini mungkin mereka urung untuk menjual dan memilih menunggu, " sebutnya.

Sementara itu Budiman petani lainya menuturkan, dari informasi yang diperoleh dari para pengepul dan touke kecil yang ada di seputaran Muara Sabak, mereka tidak dapat memastikan apakah harga pinang ini akan kembali normal seperti sedia kala atau bahkan akan tetap seperti ini.

"Pembeli saja tidak tau harga ini akan kembali normal, atau seperti ini selamanya. Tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para pemilik kebun pinang kalo memang tidak kembali normal, " tuturnya.

"Kalo sekarang pinang yang baru dipanen atau diangkut, kito simpang dulu di gudang baru nanti dikupas dan dijual ketika harga normal, " ujarnya.

Para petani berharap ke depan harga pinang dapat kembali normal. Mengingat saat ini komoditi pinang memang menjadi andalan dan tumpuan perekonomian masyarakat terutama bagi warga Tanjabtim.

Baca juga: Jelang Tahun Baru Harga Jual Pinang di Tanjabtim Masih Terjun Bebas

Baca juga: Sudah Seminggu Harga Pinang di Tanjabtim Terjun Bebas 

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Dijebloskan ke LP Cipinang Untuk Jalani Hukuman 4 Tahun Penjara

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved