Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kerap Muncul dan Menyerang, Tahun 2021 Sudah 2 Kasus Buaya Serang Manusia di Tanjabtim

Kemunculan buaya beberapa hari terakhir turut mengkhawatirkan warga Tanjabtim bahkan pada penghujung tahun lalu terjadi satu kasus serangan buaya.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Penangkapan buaya di Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kemunculan buaya beberapa hari terakhir turut mengkhawatirkan warga Tanjabtim, bahkan pada penghujung tahun lalu terjadi satu kasus serangan buaya.

Publik mungkin masih ingat kejadian mengerikan yang menimpa warga Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Dimana seorang ibu rumah tangga di Desa tersebut, menghilang saat buang air di sungai primer tepat di belakang rumahnya. Setelah melakukan pencarian beberapa jam korban ditemukan masih berada di rahang predator air dengan kondisi meninggal Dunia.

Masih di tahun yang sama yakni pada penghujung tahun 2021 lalu, keganasan buaya muara kembali menunjukan eksistensinya. Kali ini warga Parit 1 Jembatan Asoi Kelurahan Sabak Ilir Kecamatan Muara Sabak Tinur, lagi lagi nyaris menjadi korban akibat serangan brutal hewan predator air tersebut.

Beruntung dalam kejadian tersebut korban yang merupakan pria paruh baya itu berhasil menyelamatkan diri usai berjibaku melawan cengkraman rahang buaya ganas tersebut.

Kejadian tadi hanya sederet perselisihan yang terjadi antara manusia dan buaya di kawasan pesisir timur Jambi, tak ayal kejadian itu turut menimbulkan perhatian bagi masyarakat Tanjabtim, terutama bagi warga yang berada di pinggiran sungai batanghari.

Bahkan pada Selasa 4 Januari kemarin, warga sekitar sungai batanghari tepatnya di bawah Jembatan JMS Muara Sabak dikagetkan dengan kemunculan buaya berukuran sedang. Yang cukup membuat kaget warga sekitar.

Dikatakan Ali (34) warga Sabak timur, saat musim penghujan dan tingginya muka air pasang seperti saat ini kemunculan buaya tersebut cukup meresahkan dan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.

"Kemarin buayo sudah muncul di sungai besar (batanghari) mano di sepanjang sungaitu banyak pemukiman. Bahkan kalo air pasang banyak anak anak main air berenang, tentu sangat mengkhawatirkan," ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Terlepas kemunculan buaya tersebut buaya nyasar atau sebagainya, namun dengan adanya kemunculan tersebut sudah menunjukan keberadaan mereka sudah tidak bisa lagi di tebak.

"Kalo dulu kito tau daerah mano bae atau sungai mano bae yang ado buayo yo. Nah sekarang kalo lah sampai ke sungai besar berarti buayo sudah biso bae ke pinggiran pemukiman warga kan, " tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Zenal, warga Sabak Ilir menuturkan, keberadaan buaya di kawasan anak sungai memang sudah dari dahulu ada. Hanya saja saat ini keberadaan mereka jauh lebih ekstream dan seakan membaur dengan manusia.

"Kadang buayo tu berjemur di pinggir sungai primer (tanggul) yang sejatinya merupakan perkebunan warga. Takutnya kalo warga tidak menyadari itukan bisa berbahaya, " ujarnya.

Lanjutnya, jika dahulu perselisihan buaya dan manusia masih jarang terjadi. Namun beberapa waktu terakhir ada kasus buaya menyerang manusia cukup menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama yang kesehariannya kerap berpapasan atau melintasi Sungai yang terkenal ada buayanya.

"Warga berharap tidak ada lagi kasus serangan buaya terhadap manusia, dan jika memungkinkan ada solusi dari pemerintah agar kejadian serupa tak terulang, " pungkasnya.

Baca juga: Cara Mengobati Penyakit Lambung - Kunyit, Jahe Merah, Nanas, Akar Manis, Lidah Buaya

Baca juga: Warga Heboh Seekor Buaya Muncul dan Keliling Sekitaran Sungai Bengkal Barat Tebo

Baca juga: Nyaris Jadi Santapan Buaya, Ahmad Sempat Berjibaku Lawan Buaya hingga Akhirnya Selamat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved