Breaking News:

Berita Tanjab Timur

MA Putuskan PT Sumber Cipta II Harus Ganti Rugi Terkait Insiden Jembatan Muara Sabak (JMS)

Berita Tanjabtim-Kelanjutan kasus gugatan ganti rugi Jembatan Muara Sabak (JMS) memasuki babak baru, pasalnya putusan..

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Jembatan Muara Sabak (JMS) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kelanjutan kasus gugatan ganti rugi Jembatan Muara Sabak (JMS) memasuki babak baru, pasalnya putusan gugatan ganti rugi dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hukum Setda Tanjabtim, Idris. Dia mengatakan, sejak putusan Kasasi gugatan ganti rugi Jembatan Muara Sabak (JMS) yang ditabrak kapal gandeng tugboat PT. Sumber Cipta Moda II milik Toni Daud sebagai tergugat oleh Mahkamah Agung (MA) pada bulan September 2020 lalu, saat ini Pemkab Tanjabtim telah mengajukan memori ke Pengadilan Negeri Kota Batam untuk melakukan eksekusi.

Bahwa sebelum eksekusi tersebut dilakukan, Pengadilan Negeri Kota Batam akan melaksanakan Aanmaning untuk mempertemukan penggugat dengan tergugat.

Artinya, eksekusi itu dilakukan setelah Aanmaning selesai digelar.

"Jadi kalau mereka (tergugat) membayarkan ganti rugi sesuai dengan putusan, maka selesailah sudah. Akan tetapi, jika mereka tidak membayar sesuai dengan besaran putusan MA, maka kita akan mengajukan eksekusi," katanya.

Lanjutnya, saat ini pihaknya tengah mendata aset milik PT. Sumber Cipta Moda II yang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim dan Kota Batam. Karena Dinas Perhubungan lah yang tahu terkait dengan aset-aset mereka.

"Aset-aset itu nantinya untuk diajukan eksekusi. Karena aset mereka berhubungan dengan pelayaran, baik itu yang bergerak maupun yang tidak bergerak, jadi pendataannya kita melibatkan Dinas Perhubungan," jelasnya.

Idris menerangkan, saat pihaknya memasukan berkas memori ke Pengadilan Kota Batam untuk eksekusi, dirinya baru mengetahui kalau pihak tergugat mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Namun menurut Panitera, selagi tidak ada dokumen baru, PK diperbolehkan. Akan tetapi eksekusi akan tetap dilakukan setelah Aanmaning selesai.

"Sayangnya PK yang diajukan tergugat tidak boleh kita ambil. Jadi PK hanya untuk pengadilan saja," terangnya. (usn)

Baca juga: Pemprov Jambi Harus Berjuang Keras Lagi untuk Jalan Muarasabak-Pelabuhan Ujung Jabung

Baca juga: Jembatan Muara Sabak Tanjabtim Masih Dalam Proses Perbaikan Tiang

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved