Berita Kota Jambi
Pandemi Berdampak Penurunan Insiden Kebakaran di Kota Jambi, Feri: Warga Banyak Diam Rumah
Berita Jambi-Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Feriadi mengatakan, jumlah kebakaran di Kota Jambi, sejak tiga tahun terakhir mengalami penurunan.
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sepanjang 2021, sebanyak 50 insiden kebakaran terjadi di Kota Jambi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Feriadi mengatakan, jumlah kebakaran di Kota Jambi, sejak tiga terakhir mengalami penurunan.
Di mana, pada 2019 lalu, sebanyak 85 kejadian, kemudian 2020 terjadi 68 kebakaran dan 2021 sebanyak 50 kejadian.
Penurunan ini, kata Feri, didukung oleh dua fakto, yakni faktor cuaca di mana, di 2021 ini, Jambi sedang mengalami fenomena lalina, yang didominasi oleh cuaca hujan.
Sementara faktor yang ke dua adalah kondisi pandemi.
Kata Feri, selama pandemi, insiden kebakaran juga cenderung menurun, di mana, selama pandemi, kegiatan masyarakat dibatasi, dan membuat aktifitas masyarakat lebih banyak di rumah.
Menilik ke belakang, jelas Feri, kebakaran kerap terjadi, saat kondisi rumah sedang ditinggal oleh para pemiliknya.
"Ya pandemi juga menurunkan insiden kebakaran, karena masyarakat lebih banyak berdiam di rumah, karena rumah yang ditinggalkan sangat rawan, di sana banyak alat-alat elektronik dan lainnya," kata Feriadi, Senin (27/12/2021).
Sampai saat ini, kata Feri, sebanyak 20 kejadian kebakaran yang dapat dipadamkan oleh pemilik dan warga sekitar.
"Ada yang sampai di lokasi, api sudah padam dan kita hanya melakukan pendinginan atau mengecek apakah ada titik api, dan ada juga yang sama sekali air yang kita bawa tidak dipergunakan," jelas Feri.
Sampai saat ini, kata Feri, 90 persen kebakaran di Kota Jambi, berasal dari hubungan arus pendek listrik, atau korsleting.
Feri menjelaskan, hal tersebut terjadi lantaran usia kabel yang mencapai di atas 20 tahun, kemudian, warga yang nekat menambah daya Amper, yang awalnya dayanya 450 watt menjadi 900 watt hingga ke 2200, tetapi tidak mengganti kabel tunggal.
"Jadi itu harus disadari masyarakat, kabel yang di atas 20 harus diganti, dan tidak boleh ada penambahan-penambahan sambungan yang tidak sesuai," tutupnya. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Hebat di Kerinci, Empat Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal