Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Ditebus Itu Dikuduskan oleh Kekudusan Allah

Bacaan ayat: Imamat 20:7-8 (TB) Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. Demikianlah kamu harus berpegang

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Ditebus Itu Dikuduskan oleh Kekudusan Allah

Bacaan ayat: Imamat 20:7-8 (TB) Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan melakukannya; Akulah TUHAN yang menguduskan kamu.

Oleh Pdt Feri Nuhroho

Kudus adalah suci atau murni; tidak tercampur dengan yang lain. Hidup kudus dapat dipahami sebagai kehidupan yang mengejar untuk mendapatkan kesucian dalam standar Tuhan.

Dalam kehidupan beriman, ritual penyucian selalu dilakukan mendahului bermacam ritual yang lain.

Banyak cara ritual dipakai untuk penyucian. Beberapa diantaranya tentang warna; biasanya dipilih warna putih sebagai simbol bersih. Atau pembasuhan atau pemercikan air, dipahami sebagai pembersihan.

Mereka yang telah dibasuh atau dipercikan air tertentu, dinyatakan layak untuk menghadap Tuhan dalam ibadah.

Segala ritual tersebut diperlukan karena memahami bahwa Allah itu kudus dan manusia itu berdosa.

Jika manusia ingin menjumpai Allah maka harus menyucikan diri agar Allah berkenan dijumpai.

Umat Tuhan dimasa Perjanjian Lama memakai tanda tersebut dalam makna berbeda. Ritual yang dilakukan dipahami sebagai tanda bahwa Allah berkenan.

Kepada Nuh Allah berjanji tidak akan memusnahkan penghuni bumi lagi dengan menempatkan pelangi sebagai tandanya.

Kepada Abraham Allah memakai sunat sebagai tanda ikatan perjanjian.

Kepada bangsa Israel yang dibawa keluar dari perbudakan di Mesir, Allah memakai tanda darah yang dioleskan pada tiang pintu rumah.

Darah tersebut berasal dari domba yang disembelih sebagai korban. Semua tanda tersebut dijadikan sebagai simbol ikatan perjanjian antara Allah dengan manusia.

Menariknya bahwa yang menjadi inisiator terjadinya tanda selalu dari pihak Allah yang menetapkan, bukan usaha manusia yang mengupayakan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved