Tips Mengembangkan Rumah KPR Tipe 36 dari Arsitek dan Desain Interior Tanti Era Putri

Menurut Tanti Era Putri, Arsitek dan juga Desainer Interior, hal yang perlu diperhatikan sebelum merenovasi rumah tipe 36 yakni pondasi dan struktur b

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Fitri
Wawancara bersama Tanti Era Putri, Arsitek dan juga Desainer Interior 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rumah KPR salah satu tipe rumah dengan harga terjangkau yang bisa dimiliki milenial saat ini.

Desain rumah ini biasanya memiliki ruang tengah, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi.

Serta sisa lahan yang dapat dikembangkan sendiri oleh pemilik rumah.

Rumah yang simpel dan sederhana untuk pasangan yang baru menikah.

Jika ingin mengembangkan rumah tipe 36, hal-hal berikut wajib diperhatikan.

Menurut Tanti Era Putri, Arsitek dan juga Desainer Interior, hal yang perlu diperhatikan sebelum merenovasi rumah tipe 36 yakni pondasi dan struktur bangunan.

Pemilik harus memperhatikan pondasi dan struktur bangunan apakah perlu dibongkar atau tetap dipertahankan.

Lalu perhatikan juga pendanaan atau dana. Untuk merenovasi Anda juga tidak perlu membongkar semua suatu bangunan, cukup bagian sisi yang ingin direnovasi saja agar dapat menekan bujet renovasi.

Jika memungkinkan buatlah perencanaan dan desain bangunan yang akan direhab.

"Ketika kita mendesain kita sudah punya ancang-ancangnya nih dan memprediksi bujet kita," ujarnya.

Lalu baiknya mengembangkan rumah sesuai dengan kebutuhan dan juga luas lahan yang dimiliki.

"Kebutuhan konsumen tidak bisa disamaratakan semua, kebutuhan konsumen berbeda-beda, ada yang butuh dapur, ada juga yang tidak butuh dapur, jadi mengembangkan rumah melihat kebutuhan pertama kali, prioritasnya apa yang dia mau dan biasanya yang paling prioritas untuk rumah tipe ini membangun dapur dan peturasan, tapi ada juga yang ingin menambah ruang tamu atau kamar," jelasnya.

Penambahan kamar memungkinkan jika sisa lahan dari tipe rumah 36 mencukupi. Tetapi hal tersebut kembali lagi kepada kebutuhan pemilik rumah.

"Masing-masing perumahan kan memiliki sisa lahan yang berbeda, jadi tergantung sisa lahannya lagi, misalkan sisa lahan 90 m2 untuk misalnya penambahan dapur, peturasan mungkin mau menambah ruang nonton atau satu kamar itu masih bisa, atau 120 m2 bisa untuk carport, tapi balik lagi apa kebutuhan dari pemilik rumah," ujarnya.

Tanti juga menyarankan untuk menggunakan jasa arsitek dan jasa desainer interior jika ingin menekankan biaya renovasi rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved