Tips Kesehatan
Cara Mencegah Darah Tinggi, Kurangi Asupan Garam dan Rajin Berolahraga
Salah satu upaya pencegahan terhadap darah tinggi adalah dengan membatasi asupan garam. Tanpa disadari, banyak orang mengonsumsi garam.
TRIBUNJAMBI.COM - Cara mencegah tekanan darah tinggi bisa dilakukan sejak dini.
Darah tinggi merupakan penyakit yang bisa memicu penyakit lainnya seperti stroke, jantung, kerusakan ginjal, dan gagal jantung.
Salah satu upaya pencegahan terhadap darah tinggi adalah dengan membatasi asupan garam.
Tanpa disadari, banyak orang mengonsumsi garam atau natrium berlebihan.
Padahal, batas konsumsi garam yang baik untuk kesehatan hanya 1.500 miligram setiap harinya.
Beberapa makanan yang kita konsumsi seringkali mengandung garam yang tinggi.
Jadi, bacalah label komposisi terlebih dahulu sebelum menyantapnya.
Cara ini sangat penting untuk membatasi asupan garam.
Hindari pula makanan tinggi garam, seperti makanan beku dan siap saji.
Selain membatasi asupan garam, Anda bisa mencoba langkah berikut:
1. Kelola berat badan
Menurunkan berat badan adalah cara paling efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi adalah dengan menurunkan berat badan.
Menurunkan berat badan sebesar lima kilogram saja bisa menurunkan tekanan darah yang tinggi.
2. Rutin olahraga
Berolahraga selama 30 menit sebanyak lima kali seminggu sudah membantu mengontrol tekanan darah.
Tak perlu melakukan olahraga berat, jalan kaki atau bersepeda saja sudah membantu mengontrol tekanan darah.
Namun, hal tersebut harus Anda lakukan secara konsisten.
Baca juga: Manfaat Daun Sambiloto untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Bahaya tekanan darah tinggi
Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan darah pada dinding arteri.
Normalnya, tekanan darah manusia harus berada di bawah 120/80 mmHg.
Artinya setiap kali jantung berkontraksi, darah dikeluarkan dengan kekuatan 120 mmHg.
Saat jantung rileks untuk mengisi ulang, gaya ini turun menjadi 80 mmHg.
Saat tekanan darah melebihi angka 120/80 mmHg, tubuh mengalami resistanesi besar dan jantung bekerja lebih keras untuk mendorong darah ke seluruh tubuh.
Hal tersebut juga membuat jantung membesar dan tidak bisa lagi berkontraksi.
Akibatnya, darah tidak bisa mengalir secara efisien.
Kondisi inilah yang disebut dengan gagal jantung dengan penurunan fraksi ejeksi.
Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan otot jantung menjadi kaku, mencegahnya berdetak secara normal.
Peningkatan stres pada arteri juga menyebabkan arteri mudah pecah dan menyebabkan stroke hemoragik atau mengembangkan plak aterosklerotik, yang meningkatkan risiko stroke iskemik serta serangan jantung.
Sebagian besar perdarahan otak terkait hipertensi terjadi secara spontan dan terjadi di arteri kecil jauh di dalam otak.
Baca juga: Dampak Darah Tinggi yang Bisa Memengaruhi Sistem Pernapasan
Sumber: Kompas.com
Berita lain terkait resep praktis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/30082016-obat-alami-sakit-gigi_20160830_231653.jpg)