Breaking News:

Banyak Pasangan Tidak Paham, Pasangan Nikah Siri Bisa Urus Kartu Keluarga

Pasangan nikah siri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur bisa memiliki Kartu Keluarga (KK). 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunwow
ilustrasi kartu keluarga. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasangan nikah siri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) bisa memiliki Kartu Keluarga (KK). 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanjabtim, Aruji.

Ia mengatakan, bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat atau pasangan nikah sirih untuk membuat KK. Sebab, salah satu syarat untuk pembuatan KK itu sudah berusia 17 tahun ke atas.

"Artinya, satu orang atau sendirian saja bisa juga membuat KK asal sudah cukup umur. Jadi orang yang nikah sirih itu bisa membuat KK, tidak ada larangan," katanya, Jumat (3/12).

Dia menjelaskan, bahwa ada format yang disiapkan bagi pasangan nikah siri yang ingin membuat KK, yakni tercantum keterangan kawin tidak tercatat, berarti perkawinannya tidak disertai dengan buku nikah. 

Paling tidak ada surat keterangan dari orang yang menikahkan atau surat keterangan dari Kepala Desa, bahwa benar mereka pasangan suami istri.

Baca juga: Ketua KPU Tanjabtim Dititipkan di Sel Tahanan Polres Bersama Dua Tersangka Lainnya

"Jadi dari dasar surat itu lah pembuatan KK untuk pasangan nikah sirih tersebut. Kalau tidak ada itu kita tidak akan berani memproses pembuatan KK nya," jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Perkawinan, nikah sirih itu sah apabila dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Jadi berdasarkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013, ada blanko pertanggungjawaban mutlak yang harus diisi oleh yang bersangkutan.

"Kalau dulu UU Nomor 23 sebelum diubah ke UU Nomor 24 tahun 2013, ada kendala bagi pasangan yang nikah sirih. Karena saat punya anak dan membuat akte kelahiran, yang tercantum hanya anak ibu, jadi tidak ada tercantum nama ayahnya," terangnya.

"Jadi dengan adanya perubahan UU tadi itu merupakan salah satu upaya pemerintah agar mental anak tertekan, karena tidak ada nama ayahnya di akte," sambungnya.

Baca juga: 500 Starter akan Ramaikan Final Road Race Piala Presiden di Zabak Nasional Sirkuit Tanjabtim

Dia juga menerangkan, KK pasangan nikah sirih itu sudah termasuk dokumen permanen. Terkecuali mereka melakukan perubahan data setelah mengikuti sidang isbath di Pengadilan Agama, dan telah memiliki buku nikah. Maka dari itu, status di KK tersebut harus diubah dari kawin tidak tercatat menjadi kawin tercatat. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved