Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Perbuatan Allah yang Ajaib
Perbuatan Allah yang Ajaib Bacaan ayat: Mazmur 86:10 (TB) Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Perbuatan Allah yang Ajaib
Bacaan ayat: Mazmur 86:10 (TB) Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Ajaib adalah ganjil, aneh, jarang ada, tidak biasa atau mengherankan. Atau segala sesuatu yang tidak bisa diterangkan oleh akal, itulah keajaiban. Seiring dengan waktu, ilmu pengetahuan berkembang.
Dalam satu abad terakhir, ilmu pengetahuan telah mengalami percepatan perkembangan yang tidak terduga. Bahkan dalam kurun waktu puluhan tahun terakhir, apa yang tidak pernah dibayangkan ada, justru menjadi realitas. Apa yang dahulu ajaib, seakan berubah menjadi tidak lagi ajaib. Adanya hujan, dulu dipahami sebagai keajaiban.
Hari ini, seorang pelajar pun dapat tahu tentang proses terjadinya hujan; bahwa air laut menguap oleh terik matahari, berkumpul menjadi awan, bergerak ke tempat yang bersuhu rendah dan jatuh kembali sebagai tetesan air atau embun.
Maka hujan menjadi hal yang biasa terjadi. Apakah ini berarti bahwa keajaiban itu menjadi tidak ada lagi, ketika segala dapat dipahami secara akal berdasarkan hukum alam?
Faktanya, memang ada semacam kecenderungan bahwa seseorang seakan semakin sukar melihat keajaiban saat segala suatu ada penjelasan logis yang dialami. Proses alam yang masuk akal membuat hal luar biasa (ajaib) pada masa lalu, menjadi hal yang biasa pada masa kini.
Akibatnya, kekuasaan Tuhan seakan menjadi tersingkir dari kehidupan, bahwa segala memang sudah terjadi apa adanya sesuai dengan hukum alam yang berlaku. Ironis bukan?
Cobalah hening sejenak bersama pemazmur yang berabad-abad lampau telah menemukan sebuah pencerahan bahwa sesungguhnya keajaiban perbuatan Tuhan itu kekal adanya.
Baca juga: Renungan Hatian Kristen - Memperlihatkan Tanda Keselamatan
Menyandingkan keberadaan Allah di samping para ilah lain, pemazmur menemukan perbedaan yang signifikan tentang apa yang diperbuat Allah bagi kehidupan.
Penemuannya akan Allah yang benar terbangun dalam sebuah relasi yang terjalin setiap hari.
Bagi pemazmur, perbuatan Allah itu selalu ajaib untuk dipahami. Pada prinsipnya manusia hanya bisa tahu tentang proses sebuah peristiwa itu terjadi dalam rangkaian hukum alam, namun tidak pernah bisa mengerti mengapa bisa demikian.
Semisal, larangan makan darah didasarkan pada pengertian bahwa kehidupan seseorang ada dalam darahnya.
Maka yang berhak mengambil kehidupan hanya Allah yang mengaruniakannya. Ilmu pengetahuan hari ini bisa menjelaskan tentang isi darah itu apa: trombosit, eritrosit, dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09072021-yesus.jpg)