Breaking News:

Berita Sarolangun

Pemilik Truk Batu Bara Meminta Ongkos Dinaikkan Jika Boleh Muat 8 Ton

Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi dari sopir maupun pemilik truk angkutan batu bara.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/rifani
Polres Sarolangun melakukan rapat membahas angkutan batu bara di wilayah Kabupaten Sarolangun bersama pemilik truk angkutan dan sopir truk batu bara 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi dari sopir maupun pemilik truk angkutan batu bara.

AKBP Sugeng Wahyudiono, Kapolres Sarolangun menyebutkan, yang bersangkutan sudah memahami kondisi yang ada saat ini dan akan mengikuti kebijakan yang diambil oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.

"Kalau teman-teman mau buat surat ke pemerintah pusat terkait masalah angkutan truk batubara yang saat ini ditertibkan oleh pemerintah provinsi Jambi, dan saya siap membantu meneruskan ke pemerintah pusat untuk disampaikan ke kementrian," kata Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, Selasa (30/11/2021).

Selain itu, melalui rapat tersebut ada beberapa masuk mengenai penambahan PAD dengan flat luar Jambi, misalkan direkomendasikan untuk melalukan uji berkala di Sarolangun.

Karena selama inikan untuk proses mutasi kendaraan membutuhkan waktu cukup lama.

"Kalau saya tadi menyampaikan harga perton batubara pasti berbeda dari setiap perusahaan. Karena kondisi perusahaan pasti tidak sama, tapi secara pribadi saya ingin harus ada batas bawah harga angkutan batubara yang sudah memenuhi ekonomi atau kebutuhan dasar sopir, transportir ataupun pihak yang ada kaitannya dengan angkutan batu bara," katanya.

Sementara itu, salah seorang pemilik truk angkutan batu bara meminta agar ongkos angkutan batu bara dinaikkan jika memang harus bermuatan seberat 8 ton.

Karena jika ongkos hanya Rp 128 ribu ton maka hal itu akan berdampak terhadap penghasilan dari supir truk batubara dan pemilik angkutan tidak sesuai dengan pengeluaran.

"Muatan 8 ton kami setuju tapi sesuaikan dengan ongkos kami Rp 128 ribu perton untuk Sarolangun. Saya minta dengan Kapolres Sarolangun juga untuk perhatian soal ongkos pemilik Truk, minta ongkos Rp 200 ribu per ton dari Sarolangun menuju Jambi, karena dari Rangkiling PT SGM dan PT DKC sudah Rp 185 ribu," katanya.

Baca juga: Polres Sarolangun Kumpulkan Pemilik dan Sopir Truk Batu Bara, Bahas Ini

Baca juga: Cek Jalur Batu Bara Bajubang-Tempino, Kapolda Nilai Belum Layak Tapi Tidak Ada Pilihan

Baca juga: Satlantas Polresta Jambi Tilang 10 Truk Batu Bara di Terminal Distribusi Talang Gulo

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved