Jembatan Timbang Mulai Diaktifkan, Dishub Provinsi Jambi Jadi Mudah Awasi Truk Batu Bara
Aktifnya jembatan timbang di Batanghari membuat aktivitas dan muatan dari turuk batu bara mudah diawasi oleh Dishub Provinsi Jambi.
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Perbaikan ruas jalan Bajubang - Tempino yang menjadi jalur khusus sementara kendaraan truk batu bara masih terus dilakukan perbaikan.
Terlebih alat berat masih terus bekerja untuk melakukan perbaikan di lapangan.
Kabid Transportasi Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Wing Gunariadi mengatakan perbaikan jalan tersebut masih dalam tahap pengerasan dengan menggunakan batu.
Kata dia, semua jalan yang berlobang langsung ditimbun.
“Kita lakukan penimbunan dengan batu, walaupun ada lobang sedikit langsung kita timbun, tapi ini kita lakukan secara bertahap,” kata dia, Selasa (30/11/2021).
Lanjutnya, setelah kesepakatan bersama beberapa waktu lalu antara Pemprov Jambi dengan perusahaan maupun sopir truk batu bara, terkait pembatasan angkutan atau muatan.
Hampir semua pengemudi mentaati itu, tidak ada muatan yang mencapai 13 ton termasuk berat kendaraan dan muatan.
“Karena jembatan timbang sekarang kembali diaktifkan dan tak ada lagi yang membawa angkutan melebihi kapasitasnya,” tambahnya.
Saat ini, truk batu bara hanya diperbolehkan membawa muatan sebesar 8,5 ton di tambah berat mobil, yang bisa saja mecapai 3.5 ton atau lebih.
Meski demikian, Wing tak mempungkiri bahwa ruas jalan dari Bajubang ke Tempino tersebut merupakan jalan level tiga, dengan angkutan maksinal 7,5 ton.
Sehingga memang terdapat pelanggaran dalam penggunaan jalan.
Karena muatan truk batu bara ini memiliki beban sebesar 12 ton termasuk muatan batu baral.
Namun, toleransi masih diberlakukan oleh Pemprov Jambi kepada mobil truk batu bara. Bagi dinas Perhubungan itu tak menjadi persoalan.
“Kalau turun lagi muatannya, kebutuhan mereka tidak akan terpenuhi, jadinya pendapatan mereka berkurang. Kita masih memberikan kesempatan sambil menunggu jalur khusus,” tambahnya.
Dia menyebutkan, arus truk batu bara saat ini sudah mulai bisa dikendalikan dengan baik.
Petugas di posko menurutnya bekerja betul terkait hal ini, sehingga tak ada lagi truk batu bara masuk ke kota.
Baca juga: Pemilik Truk Batu Bara Meminta Ongkos Dinaikkan Jika Boleh Muat 8 Ton
Baca juga: Polres Sarolangun Kumpulkan Pemilik dan Sopir Truk Batu Bara, Bahas Ini
Baca juga: Cek Jalur Batu Bara Bajubang-Tempino, Kapolda Nilai Belum Layak Tapi Tidak Ada Pilihan