Berita Jambi
Peluncuran Gerakan Jambi Berwakaf Guna Percepat Pemulihan Ekonomi
Berita Jambi-Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan, Bank Indonesia juga telah mengembangkan QRIS
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bank Indonesia Provinsi Jambi Launching Gerakan Jambi berwakaf.
Selain itu juga ini merupakan upaya dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Provinsi Jambi, mengurangi kesenjangan, sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan, Bank Indonesia juga telah mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang dapat digunakan untuk mempermudah urusan.
Urusan tersebut antara lain seperti untuk memudahkan pembayaran zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Launching gerakan Jambi berwakaf dilaksanakan pada Senin (29/11) di Kota Jambi.
"Gerakan Jambi berwakaf ini untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Jambi, dan itu berguna bagaimana wakaf juga bisa menjadi sumber pendorong perekonomian," jelasnya.
Selain itu dari sisi konsumsi, pemberdayaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat dalam bertahan hidup melalui penyediaan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan pokok dan alat pelindung kesehatan.
Untuk dana atau asset wakaf dapat diberdayakan untuk penyediaan fasilitas publik dan alternatif pendanaan bagi pengembangan UMKM. Sehingga dapat mendorong pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional, potensi ekonomi ZISWAF, khususnya wakaf dapat didorong untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, sekaligus mengentaskan kemiskinan, terutama di masa sulit selama pandemi.
"Keuangan sosial syariah memegang peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta dapat memberikan solusi yang efektif dalam mendukung program pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," tutupnya.
Gubernur Jambi Al Haris yang juga turut hadir dalam launching Gerakan Jambi Berwakaf mengatakan konsep wakaf yang sudah terdigitalisasi ini akan lebih efektif dilakukan sebab dapat menghidari hal-hal menyimpang dari pengumpulan dana wakaf.
"Dengan kemajuan digital seperti saat ini, kita juga harus mengikuti dan mengambil perah. Banyak hal positif dari kemajuan zaman misalnya dari sisi ekonomi dan perbankan, kita lebih efektif membayar apapun, contohnya seperti wakaf saja bisa dengan banking dan QRIS," jelasnya.
"Konsep wakaf seperti ini mendorong kita untuk terus belajar dan memahami langsung teknologinya. Dengan konsep inj juga dapat menghidari hal menyimpang saat pengumpulan dana wakaf," tutupnya. (*)
Baca juga: Pelarangan Minyak Goreng Curah, Kepala Perwakilan BI Jambi: Ada Dampaknya ke Inflasi
Baca juga: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, BI Optimis Pertumbuhan ekonomi 2022 Positif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/foto-bersama-kepala-bi-jambi-dan-gubernur-jambi-setelah-mencoba-qris.jpg)