Breaking News:

Warga Batang Asai Sarolangun Resah, Ilegal logging Mulai Merambah Hutan, Diduga Pelaku dari Merangin

Ilegal loging diguda terjadi di hutan produksi Desa Muaro Cuban Kecamatan Batang Asai, Sarolangun.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Aktivitas Ilegal logging diguda terjadi di hutan produksi Desa Muaro Cuban Kecamatan Batang Asai, Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Aktivitas Ilegal logging diguda terjadi di hutan produksi Desa Muaro Cuban Kecamatan Batang Asai, Sarolangun.

Kades setempat bersama para warga sejak 2016 telah melarang perambahan hutan yang tak jauh dari Desa Muaro Cuban.

Rusmin Kades Muaro Cuban menyatakan, pelaku pembalakan liar tersebut ialah oknum masyarakat Kabupaten Merangin.

Masyarakat setempat dan pemerintah desa berulang kali mengimbau, bahkan mendatangi para pelaku lewat jalur air selama tiga hari agar berhenti. Namun hal tersebut tidak kunjung diindahkan oleh para pelaku. 

"Secara lisan kita sudah sering menegur, sudah kita laporkan kepada Polda Jambi kalau tidak salah 2020 atau 2019 cuma tak ada tangapan. Ini menyangkut kedua wilayah Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin," ungkapnya, Minggu (28/11/2021).

Dirinya mengaku, warga desa setempat tidak terlibat dalam perambahan hutan yang terjadi di dua wilayah tersebut.

"Warga kita melarang keras namun tidak memiliki kapasitas untuk melarangnya terlalu berlebihan. Kita tidak menghitung hasil meraka secara detail, cuma kita perkirakan enam sampai belasan kubik yang dihasilkan para pelaku tersebut," jelasnya.

Kayu-kayu tersebut menurutnya, akan dibawa melalui sungai kemudian akan diangkat kedaratan melalui Desa Rantau Kapas dan Pulau Bayur, Kabupaten Merangin.

"Meraka tidak merambah secara merata, meraka memilah dan memilih kayu yang bagus," terangnya.

Baca juga: Jalan Provinsi Jambi di Sarolangun akan Dikerjakan dengan Pola Multi Years, Target Rampung 2023

Rusmin menjelaskan, para perambah hutan produksi ini menebang pohon mengunakan chainsaw. Sedangkan kendaraan yang digunakan para pelaku tersebut perahu bermesin untuk menarik kayu hasil rambahan.

"Disekitar aliran Sungai Batang Ngai dan Batang Tereng," ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPHP Limau Sarolangun Misriadi menyatakan, bahwa tim KPHP Limau bersama tim Polres Sarolangun sudah pernah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

"KPHP pernah check dan recheck dengan Polres ternyata lokasi berada di wilayah administrasi Kabupaten Merangin," terangnya, saat dikonfirmasi Tribun Jambi.

Baca juga: Stok Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Bencana Alam di Sarolangun Mulai Menipis

Selanjutnya, Misriadi bersama pihaknya telah melakukan kordinasikan dengan KPHP Merangin agar hal tersebut segara ditindaklanjuti.

(Tribun Jambi / Rifani Halim)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved