Breaking News:

Editorial

Menyelamatkan Atlet, Menyelamatkan Jambi

Apa yang disampaikan oleh Ketua KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan mengenai daerah lain yang melirik atlet Jambi sepatutnya tidak dianggap remeh

Editor: Deddy Rachmawan
Tribunjambi/Monang widyoko
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia /KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan 

Apa yang disampaikan oleh Ketua KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan mengenai daerah lain yang melirik atlet-atlet Jambi sudah sepatutnya tidak dilihat sebelah mata.

Tentu ini masalah serius bila Pemprov Jambi ataupun pemerintah kota/kabupaten peduli dengan prestasi olahraga dan atlet-atlet kita.

Pengakuan Budi, sejumlah atlet Jambi yang berprestasi di PON Papua mulai digoda oleh provinsi lain untuk dijadikan atlet mereka. Mereka ditawarkan pekerjaan dan tentu ini urusannya dengan kesejahteraan.

Isu kesejahteraan atlet sedianya persoalan klasik. Bagaimana jaminan pemerintah terhadap nasib-nasib pejuang olahraga itu. Walaupun sejatinya, kecintaan terhadap tanah kelahiran, kampung halaman tidak dapat ditawar dan dinilai dengan materi.

Tapi, tak elok pula bila kita melihat atlet yang sudah berjuang kebih-lebih berprestasi hidup prihatin. Mari kita tengok ke belakang.

Provinsi Jambi pernah memiliki pelatih yang menjadi legenda angkat besi.

Adalah Charlie Depthios, sosok yang pernah bertarung untuk Indonesia pada 1968 di ajang internasional Olimpiade Meksiko.

Ia pula yang mencatatkan rekor di Olimpiade Muenchen, Jerman pada Agustus 1972 Siapa nyana, semasa menjadi atlet ia tak memiliki pelatih tetap. Aneka prestasi nasional dan internasional ia raih setelah tekun menjalani program latihan sendiri.

Dari kisah hidup Charlie Depthios kita tahu, ada pribadi-pribadi yang peduli kepadanya. Karena itu pula Charlie membina sejumlah atlet termasuk memberi mereka makan.

Baca juga: Atlet Angkat Besi Asal Tebo Berhasil Sumbang Medali Perak di PON Papua

Baca juga: Dua Tahun Tak Injakan Panggung Pertandingan, Ripqi Lifter Jambi Peraih Emas Sempat Gugup

Sekalipun, ia hidup pas-pasan. Charlie Depthios meninggalkan jejaknya di Jambi setelah menjadi pelatih bagi lifter Jambi pada tahun 1990-an.

Dari kisah ini poin pentingnya adalah, perlunya perhatian pemerintah terhadap atlet-atlet, utamanya yang berprestasi.

Sebaliknya, para atlet juga harus berjuang dan memiliki motivasi tinggi meraih juara. Maka, menyelamatkan para atlet dari incaran daerah lain, sejatinya juga menyelamatkan nama baik provinsi ini di ranah olahraga. (*)

Baca juga: Budi Setiawan Resmi Lantik Kepengurusan KONI Tanjabbar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved