Kisah Sepotong Pizza dan Pesan Terakhir Soeharto Sebelum Wafat

Berikut kisah Soeharto sebelum wafat atau meninggal dunia, ada pesan menyentuh buat anak-anaknya

Editor: Heri Prihartono
Arsip Nasional RI
Soeharto saat menjabat sebagai presiden RI 

Air mata Tutut semakin tak bisa berhenti menetes dan hanya bisa terdiam takut.

Soeharto berpesan supaya tetap membantu masyarakat.

Tutut kemudian  memeluk Soeharto erat-erat lalu mencium tangannya.

 Soeharto mengatakan lelah dan ingin istirahat, kemudian Tutut membetulkan posisi selimut ayahnya.

Dalam hati Tutut berdoa, "Ya Allah, beri saya kekuatan dan kemudahan untuk melaksanakan keinginan bapak, amin."

Sore harinya, kesehatan Soeharto dikabarkan  semakin menurun.

Hingga malam harinya, kondisi Soeharto belum juga membaik bahkan semakin menurun.

Saat ditanya bagian mana yang sakit, Soeharto hanya menggelengkan kepala.

Jelang subuh , Tutut dan Mamiek dibangunkan dari tidur.

Suster menyebut  Soeharto dalam keadaan kritis.

Sampai di ruang rawat, Soeharto sudah ditemani Sigit.

Wajah Soeharto tampak damai tidak terlihat tanda kesakitan. Matanya tertutup rapat.

Tutut  memanggil semua keluarga. Sesampainya di ruang rawat, satu per satu anggota keuarga mencium tangan Soeharto.

Anak-anak Soeharto membisikkan kalimat istigfar dan tasbih di telinga sang ayah.

Ketika Soeharto menghembuskan napas terkahirnya, wajahnya tidak tampat rasa sakit.

BACA ARTIKEL LAINNYA TERKAIT SOEHARTO DI SINI

SUMBER ARTIKEL : TRIBUN CIREBON

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved