Digitech
Menyalakan Kamera saat Meeting Virtual Ternyata Bikin Lelah, Ini Penjelasan Ahli
Menyalakan kamera saat meeting virtual ternyata memang bikin cepat lelah, simak penjelasannya Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Applied
TRIBUNJAMBI.COM - Menyalakan kamera saat meeting virtual ternyata memang bikin cepat lelah, simak penjelasannya
Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Applied Psychology menemukan, menyalakan kamera saat meeting virtual membuat lelah perempuan dan karyawan baru.
Penelitian tersebut mendokumentasikan 103 partisipan dalam observasi 1.400 rapat virtual lewat video.

Hasilnya, partisipan merasa lebih lelah setelah menjalani rapat dengan kamera yang dinyalakan ketimbang saat dimatikan.
Dampak kelelahan juga lebih besar di kalangan perempuan dan karyawan baru ketimbang laki-laki dan karyawan lama.
“Saat berada di depan kamera, kaum perempuan mungkin merasakan tekanan lebih besar untuk mempresentasikan diri secara efektif, dan itu berkontribusi terhadap hubungan lebih erat antara penggunaan kamera dan kelelahan,” bunyi laporan penelitian bertajuk The Fatiguing Effects of Camera Use in Virtual Meetings: A Within-Person Field Experiment tersebut.
Perempuan juga merasakan beban lebih besar saat menghadiri meeting virtual dengan menyalakan kamera.
Baca juga: Pose Jessica Iskandar Bajunya Hanya Tutupi Bagian Dada Saat Party Bikin Salfok: Perutnya Mulus Gitu
Baca juga: Zodiak Beruntung Rabu 24 November 2021 - Capricorn Butuh Strategi Bagus, Leo Sukses Itu Milikmu
“Untuk perempuan, kami menduga mereka merasakan tekanan lebih besar untuk menunjukkan kompetensi, dan di saat bersamaan merasa harus memenuhi standar masyarakat tentang penampilan.”
Hal serupa juga dialami karyawan yang baru masuk ke sebuah perusahaan atau organisasi.
“Untuk karyawan baru, kami menduga mereka merasa harus mempresentasikan diri secara lebih efektif untuk melepaskan status pemula di sebuah organisasi.”
“Hasil kami selaras dengan gagasan-gagasan populer dan suatu riset yang menduga bahwa “ditonton” meningkatkan kebutuhan untuk mengelola kesan dan mengarahkan fokus ke dalam diri, yang akhirnya menyebabkan kelelahan.”