Breaking News:

Berita Batanghari

Mahasiswa KKN di Batanghari Viral di Medsos Hina Nama Desa Kubu Kandang Disanksi Adat

Mahasiswa KKN di Batanghari yang viral di medsos karena hina nama Desa Kubu Kandang kini disanksi adat oleh warga desa setempat.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Istimewa
Mahasiswa KKN di Batanghari yang viral di medsos karena hina nama Desa Kubu Kandang kini disanksi adat oleh warga desa setempat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Jambi yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari videonya viral di media sosial (Medsos).

Dalam video berdurasi 16 detik itu terlihat mahasiswi yang sedang berada suatu minimarket di Kota Jambi mencela nama Desa Kubu Kandang.

“Woy-woy anak kubu, anak kubu, anak kubu, anak Kubu Kandang Ha-ha-ha,” ucap satu diantara mahasiswi yang bercanda ke mahasiswi lainnya.

Video tersebut diunggah tiga hari yang lalu diakun instagram @Infobatanghari.

Kepala Desa Kubu Kandang, Harun mendapati unggahan tersebut melalui pemuda desa.

“Saya melihat ini setelah videonya viral di Medsos, pemuda yang melaporkan kepada saya. Minggu lalu sekira pukul 16.00 Wib saya, tokoh pemuda, ketua adat dan perangkat desa segera melakukan musyawarah tentang silang sengketa antara mahasiswa kukerta dengan masyarakat desa Kubu Kandang,” kata Harun Kepala Desa Kubu Kandang, Rabu (24/11/2021).

Harun menyikapi atas celaan ini maka mengarah ke hukum yang ada di desa dan Pemerintah Desa memberikan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Desa Kubu Kandang.

“Kita sudah melakukan sidang adat untuk menyelesaikan masalah Mahasiswa Kukerta yang mencela nama Desa Kubu Kandang. Karena di desa kami ada hukum dan adat terkait sanksi dan denda pelecehan nama Desa Kubu Kandang,” katanya.

Baik perbuatan, tingkah laku dan perkataan menurut Kades semua pelanggaran tersebut sudah ada diundang-undang desa maka mereka harus bertanggung jawab.

“Kalau salah cakap kita bisa menyasanksi orang menurut aturan adat dan mereka telah melecehkan nama desa, maka dikenakan sanksi sedang,” ucapnya.

Pemerintah desa sudah sepakat melalui musyawarah desa pada Minggu (21/11/2021) kemarin, sekira pukul 20.00 sudah ditetapkan sanksi sesuai hukum adat yang ada di desa.

Mereka yang mencela dikenakan denda adat berupa kambing beserta selemak semanis, pisau sebilah, kain putih sekabung, asam-asaman dan sirih seminang lengkap.

Kendati demikian pihak Desa Kubu Kandang masih menerima mahasiswa-mahasiswi yang melakukan kukerta di desanya hanya saja harus sesuai dengan perjanjian yang dibuat, karena pihak desa tidak ingin lagi kedua kali seperti ini.

“Semua denda yang diberikan sudah dipenuhi pada Selasa malam, Mereka juga sudah meminta maaf atas perbuatan penghinaan tersebut di depan masyarakat umum Desa Kubu Kandang,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved