Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Militer Indonesia

Jenderal Pentagon Terpukau Aksi Kopassus Sebagai Pasukan Elite Terbaik

kisah jenderal Pentagon yang menyaksikan aksi Kopassus atau Komando Pasukan Khusus dalam aksi yang memukau.

Editor: Heri Prihartono
Tangkapan Layar Chanel Top Info
Ilustrasi Snipper Kopassus yang beraksi. 

Demi mencetak pasukan khusus yang dalam misi tempurnya tidak terlalu tergantung pada teknologi, Letjen LB Moerdani melarang pasukan-pasukan khusus AS untuk dipergunakan sebagai referensi.

pasukan khusus AS seperti Green Berets, Navy Seal, Delta Force, SWAT, dan lainnya memang selalu tergantung kepada teknologi militer untuk mendukung operasi tempurnya.

Saat melakukan pertempuran malam hari, semua pasukan khusus AS sangat tergantung kepada teropong pelihat malam (Night Vision Google/NVG).

Dengan menggunakan teropong seperti ini tentara Amerika Serikat bisa melihat targetnya dalam gelap.

Bagi Kopassus, untuk melihat dalam gelap tidak perlu NVG.

Pasukan khusus TNI AD telah dibekali ilmu beladiri pernapasan Merpati Putih sehingga bisa ‘melihat’ dalam gelap.

Setiap prajurit Kopassus juga sanggup  menembak tepat layaknya sniper tanpa dibantu oleh teropong dalam jarak minimal 300 meter.

Berbeda dengan  pasukan khusus AS umumnya bisa melakukannya dengan bantuan teropong.

Berkat kemampaun pasukan khusus Indonesia yang tiap personelnya menguasai ilmu beladiri dan tenaga dalam itu, sesungguhnya telah membuat para jenderal di markas besar militer AS, Pentagon kagum.

Jenderal di Pentagon yakin, pasukan khusus Indonesia menguasai ‘ilmu hantu’, sementara pasukan khusus AS sama sekali asing dengan ilmu kebatinan tersebut.

Jika dalam latihan bersama para pasukan khusus TNI mulai menerapkan ilmu kanuragannya (beladiri dan tenaga dalam).

Misalnya saat makan beling sewaktu mempraktekkan ilmu debus, benar-benar membuat para pasukan khusus AS sama sekali tak berkutik.

Masuk akal jika dalam pertempuran melawan pasukan khusus TNI, para pasukan khusus AS yang bertempur tanpa menggunakan teknologi militer canggihnya, bisa dengan mudah dikalahkan. (*)

Berita lainnya seputar Kopassus

Sumber:

Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, PBK, 2009

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved