Breaking News:

PLN Data Desa di Tanjab Timur yang Belum Teraliri Listrik

Sempat tertahan karena pandemi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah merekap beberapa Desa yang akan segera teraliri listrik. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Ilustrasi pemasangan jaringan listrik. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sempat tertahan karena pandemi, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah merekap beberapa Desa yang akan segera teraliri listrik. 

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Tanjabtim, Muhammad Awalludin mengatakan, meskipun pengimbangan listrik desa masih ditunda, namun untuk wilayah yang belum teraliri listrik sudah direkap semua oleh pihak PLN. 

Sebelumnya desa yang sudah masuk pengerjaannya, yakni di Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu dan Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara.

"Tapi dua desa itu tidak dikerjakan, dengan alasan Covid-19. Mereka (PLN) lebih memprioritaskan penyelesaian pekerjaan yang berada di Kabupaten Tanjabbar dan Merangin," katanya, Selasa (23/11).

Lanjut Awalludin, jaringan itu sudah masuk ke desa, tapi untuk masuk ke dusun-dusun yang belum terlaksana. Namun, untuk usulan untuk tersebut sudah sampai ke pihak PLN.

Baca juga: Tanjabtim Waspadai Gelombang Varian Baru, Siapkan Langkah Strategis Ini

"Kalau tidak salah di bulan Agustus Pemkab Tanjabtim sudah mengusulkan untuk semua Kecamatan," ujarnya.

"Jadi di Kecamatan-Kecamatan masih ada dusun atau SK yang belum teraliri listrik desa. Kalau jaringan di Kabupaten Tanjabtim ini sudah terkoneksi semua," jelasnya.

Karena sudah diusulkan semua ke PLN, jadi Pemkab Tanjabtim tidak lagi mengusulkan bantuan PLTS. Menurutnya, kalau PLTS ini tidak dapat bertahan lama, sebab masyarakat kurang paham untuk merawatnya.

Baca juga: Bantu Percepat Vaksinasi, Kepala BIN Jambi Turun Tangan Datangi Warga Kuala Tungkal

Namun, pada akhir tahun 2020 lalu, ada dua desa yang mendapatkan bantuan PLTS tenaga surya dari PetroChina.

"Dua desa itu, Desa Simpang Jelita, Kecamatan Nipah Panjang dan Desa Koto Kandis Dendang, Kecamatan Dendang. Kalau untuk jumlah unitnya ada yang 150 dan ada yang 160," pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved